Thursday, February 01, 2007

Travelling - Padang & BukitTinggi, Kampuang nan Jauh di matoooooo








Sudah hampir 10 taon kawin nggak pernah basuo ninik mamak di Padang???? ondeeee...nggak bakalan dapet Mantu Reward kalee. Ya sudahlah, itupun kalau bukan karena gue getol buka2 website airasia yang harga tiket pesawatnya lebih murah dari tiket bis LORENA ke Tegal, pastilah nggak ada kejadian gue berangkat ke Padang sekeluarga. bookingnya sudah dari 5 bulan yll, berangkat tgl 26 sd 29 Januari, aware akan musim hujan tapi cuekdehh, berhubung tanggal segitu ketemu waktu liburnya. You can see the pictures here

One day Before
Kamis, 25 Januari 2007
Harus cari J'CO dulu buat oleh-oleh, hihihi...secara nggak ada JCO di Padang, jadi gue bela2ini nenteng kardus 4 lusin nun luebar itu.....nggak pernah kebayang kalau di Padang nantinya tuh donat muejret jadi satu sama kardusnya!oh lalala...Plus belanja belanji kemilan dan roti2an di Giant Plaza Semanggi buat makanan di dalam pesawat murmer itu ( nggak dapet makan bo, jadi tante musti nyangu dari rumah...*mode malu* ON)
Baru sampe rumah jam 21.00, baru packing, untung baju anak2 sudah disiapin sama Ria, jadi gue tinggal sortir aja. Koper super guede buat baju2 3 anak masuk semua, plus perintilannya toilettries, bantal bau Ade, si Bush Abang, de el el. Satu koper lagi isi baju gue sama si Ayah. Itu saja ? belum...ada koper lain lagi special isinya makanan anak, susu, dan Apotik, mulai dari obat panas, demam, batuk, pilek, mual, kembung, mencret, tetes mata, tetes kuping, thermometer, obat buat luka, kejedot, kebakar, sampai vitamin A-Z semuaaa. Makanan anak,takut disana pedes semua, gue bawa kentang kering, abon fira, keju & mentega ade, kecap & saus tomat abang, sampai bumbu pecel aja gue bawa boo. Masing2 anak gue wajibkan membawa ransel kecil sendiri berisi pakaian 1 stel, biskuit, air minum, plastik muntah dan saputangan (try to be a good Mother lha yaw)

Jumat, 26 Januari 2007
03.00 Kriiing....sakiiit kuping gue denger weker jejeritan tengah malem, buset deh sepet nian mata gue harus siap2 berangkat ke Airport, eng ing eng, perjuangan dimulai sekarang...bangunin balatentara itu loh yg paling susyeh. Berangkat ke Airport jam 4.30 habis sholat subuh jamaah dulu (terus terang gue parno inget Adam Air, jadi bela2in jamaah dulu bareng laki dan anak gue, walahualam kan kalo jadinya pulang kampuang ke surga).
Nyampe di Sukarno Hatta diantar Aal dan Elly, jam 5.30 Era sekeluarga dan Emmy beserta keluarga juga sudah sampai duluan. Total jendral 12 orang berangkat ke Padang hari itu. Bunda, Ayah, Fira, Raihan, Nadhif, trus iparku Era, Dade suaminya dan 2 anak, Ikhsan & Maudy ditambah adiknya Dade, Emmy dan suaminya plus anaknya Aini.
Pengen ketawa sendiri waktu rame2 check in miriiip film Home Alone, anak 6, dewasa 6 masing2 bawa ransel, heheh...takut si bontot Nadhif gue ketinggalan kaya tu film, gue pegang erat2 tangannya, keplanting-planting kayaknya dia. bye..bye..Jakarta, Take Off jam 6.30 on time, good work air asia !
Beda naik Air Asia itu adalah : 1. gak ada nomer tempat duduk jadi tek-tek an kursi mirip kayak mau ulangan di kelas (tapi utk anak & orang tua didahului, thanks God), 2. Gak dapet makan minum gratis dipesawat, bayar jek, tapi gue cuek bebek keluarin bekel makanan dari kantong Doraemon gue, persiiis sama dengan yang dijual pramugarinya, burger, hotdog, macaroni de-el-el, hehe maaf ya mbak kita berkompetisi sehat aja kaleee..3. Efek Psikologis harga tiket murah itu jauh lebih berat dan penuh tekanan batin, Audzubillahminzalik tiket murah meriah muntah tapi kebayang-bayang Adam Air secara peristiwanya belon sebulan, mungkin cuma anak2 aja yg gak realize kalau pesawat bisa jatuh, makanya waktu take off orang2 pada tenang cenderung tegang, tuh anak2 tiba2 jejeritan tepuk tangan Horeeee...kita naik!!..kita naik!!...wuiiiihhh tinggi deeeh!!... (emak bapaknya mendadak belagak tidur).

Padang 08.15 mendarat mulusss, oke tuch gak beda sama Garuda.
Dari Bandara Minangkabau yang baru itu, langsung ke rumah Onang, mertuanya Era, absen dulu lagi sama mertua. Makan siang, shalat Jumat disana, baru berangkat ke Bukit Tinggi, Menu Makan siangnya dimasakin Onang, asyiiiikk laper nih...menunya rendang (seicip aja sdh pedes loh), Pange ikan rasanya asam2 pedes ..nyaammm, ayam goreng bumbu..wah yg ini anak gue tergila-gila, kering kentang garing kriukk (enak banget) dan lalap. Menjelang siang Ade Nadhif mulai hangat badannya, dari pagi dia memang batuk2, sampai Padang teler dan suhunya 38, waduh pake sakit lagi my bontot ku.
14.00 berangkat ke Bukit Tinggi
Dari Padang ke Bukit Tinggi perjalanan 2 jam, melewat bukit2 dan jalan berkelok, sempet lihat Lembah Anai dan air terjunnya, pemandangannya membuat lupa badan yang cape dari perjalanan jauh. Mampir sebentar di pemandian pinggir kali yang jernih, iiihhh dingin main2 air, Nadhif sempet muntah, badannya nggak enak dia. Karena takut kemalaman lanjut perjalanan, sampai Bukit tinggi jam 17.oo ke hotel SariBundo ditengah kota yang sudah dibooking sebelumnya. Waduh Nadhif tambah teler nih, bawaanya tidur melulu lemes, akhirnya waktu makan malam Bunda nggak ikut sama Nadhif, cuma bisa titip nasi kapau, untuk nadhif dipesenin sup ayam dari hotel, enak juga tuh...emang laper akhirnya sisanya gue habisin tuntassss, padahal sepulangnya ayah dia bawain Nasi Kapau pesenan Bunda..dibungkus daun pisang pake gulai usus isi telur, paru gariing dan tipis, lalap daun singkong plus cabai hijau, amblas pula dimakan gue, trus tidur (ih gila ya gue gimana nggak melar)

Sabtu, 27 Januari 2007
Adek nadhif masih demam, batuk dan pilek, gue buka apotik mecem2 obat dan vitamin dikasih, tapi the show must go on, harus tetep travelling dong. Setelah breakfast di hotel ..oh iya gatel gue mau komentarin breakfastnya neh, kan katanya tamu harus kritis.. Menunya lumayan, ada nasi goreng yang lumayan enak rasanya karena bumbu orang padang "berasa" tapi kok ya nasinya lari-lari kian kemari, abyar maksud gue.., bubur ayamnya lumayan cuma kok kayak masakan padang lainnya ya? dingin nggak panas.. hehehe harusnya bubur mah teteup panas Uni, emangnya rendang dingin seharian juga oke aja, trus kalau rotinya lengkap disajikan dengan selai dan mentega butter nya, oke berasa breakfastnya lah, tapi apa nggak ada roti yang lembut kali yeee, anak gue kesedek-sedek makannya musti didorong aer segelas, But anyway they tried to serve American Breakfast in their own way...gue appreciate lah....
Jalan2 hari ini schedulenya pertama ke rumah Uda Zul, sepupu suamiku, ngajak dia buat jadi guide. Tujuan pertama ke Istana Pagaruyung, perjalanan 2 jam, Gue sepanjang jalan terkagum-kagum dengan hamparan bukit2, sawah dan rumah2 penduduknya, sumpah bagus banget, sepanjang jalan udaranya dingiiin, jalannya naik disepanjang sisi bukit berkelok-kelok, hutannya masih perawan, gue nggak mau lihat kebawah karena jalan aspalnya persis di pinggir jurang yang rata2 lebih dari 20 meter, merinding gue. Hujan mulai turun, gerimis, tambah dingin, hujan berhenti yang turun kabut, oalaaah tambah deg-deg an gue, jalannya cuma 5 meter kedepan yang kelihatan karena ketutup kabut, Ondeee gimana kalau selip nih, bisa2 terbang bebas campur aduk dengan monyet2 bukit tinggi dibawah...
Alhamdulillah sampai juga di Istana Pagaruyung, aduh keren banget, belum pernah gue lihat rumah gadang sebesar itu, ukirannya juga khas minang, turis2 ternyata banyak juga yang datang, dengan halaman istana yang besar dan sangat terawat, didalam istana semakin "Minang" saja rasanya, kain2 khas dengan warna-warni meriah terhampar disekeliling ruang dalam istana, cantiik banget. Didalam kita juga bisa foto2 pakai baju daerah Minang, sewa baju adat dengan sunting yang tinggi di kepala, didandanin trus difoto, hehe tante jadi inget malem penganten (lho kok malam nya yg diinget). Istananya semua terbuat dari kayu, ornamennya masih asli, nggak heran waktu SBY kemarin ke Padang bisa ngunjungin nih Istana, representative lah untuk dikunjungin seorang presiden.
Disana sempet mampir makan siang di rumah makan di pingging jalan, yang gue heran sepanjang pengamatan gue di Padang, semua restauran itu ditulis "Rumah Makan" atau "Ampera", jadi kesimpulan gue Ampera itu identik dengan rumah makan. Masakan Padang yg disajikan di rumah makan ini bener2 kental, semua gulai santannya kentaall bener mungkin dibuat pakai santan dari 3 or 4 butir kelapa, ada gulai otak, balado belut, kikilnya wah kayak bubur saking kentelnya, ikan asin pete dicabe ijo slruuuupph...(maaf ya pengulangan: "enak banget").
Selesai makan dari Istana Pagaruyung, lanjut perjalanan ke Danau Singkarak, dalam perjalanan yang juga melewati bukit berkelok itu, tiba-tiba kelihatan dari jarak 50 meter dari atas arus sungai deress bener airnya, yang aneh warnanya hijau bening sekali, persis seperti kolam renang dengan batu-batu besar. Bagus banget tuh sungai! ternyata aliran deras itu setelah disusurin bermuara ya di Danau Singkarak itu, wuiiih...luass sekali tuh Danau dan memang berwarna hijau bening dari kejauhan...maaf ya kayaknya gue mesti melakukan pengulangan nulis "kereeen banget !"
kita duduk2 di salah satu area wisata yang sepi di tepi danau singkarak, berhenti sambil lihat2 ombak yang memang lagi kenceng2nya, plus ditambah angin yang dingin juga kencang, dan ketika mulai gerimis lagi lari2 lah kita ke saung di pinggir danau sambil sewa tikar Rp. 5.000 trus duduk2 melepas penat perjalanan jauh, anak2 sih karena ramai2 ya seneng aja. Adek Nadhif aja, yang sakit bisa ngelupain sakitnya. Sementara tanpa tersadar ternyata angin Danau Singkarak itulah yang jadi biang keladi wabah penyakit travelling.
Nggak terasa jam 17.00 kita kembali ke Bukit Tinggi, capek sekali, di hotel selepas maghrib cari makan keluar, kali ini mau ke Restaurant Sederhana aja, Naaaahh disini lah untuk pertama kalinya sejak mendarat di bumi Minang ini gue bisa ketemu Nasi anget yang pulen sepulen2nya, persis kayak dirumah, waduh nikmat banget rasanya. Hehe gue belum buka rahasia ya.. di Padang itu Nasinya nggak ada yang pulen, mirip kayak nasi goreng yang gue ceritain di hotel, kalau disuap, dalam mulut lari-lari kesana kemari bandel banget. Tanya kenapaa ???? alkisah karena di Minang itu lauknya rata2 berkuah bersantan dan berbumbu, jadi kalau nasinya terlalu lunak jadi bubur dong, gitu kali menurut gue memaklumi sembari ngelus dada dan kerongkongan pastinya.
Psst ada pesen lagi...gue sih lebih prefer memilih rumah makan besar seperti Sederhana ini, harganya reasonable dan masakannya berasa manusiawi di lidah heheh maksudnya nggak terlalu pedes, kental dan asin, nyaman lah untuk yg tidak terbiasa masakan padang, trus yg penting harganya nggak dikibulin, jelas itemnya, tidak seperti rumah makan pinggir jalan cuma harga saja yg ditulis di kertas burem, gak jelas menunya apa, trus total harganya lebih mahal dari Sederhana (lho kok bisa??).

Minggu, 28 Januari 2007,
Malam minggu kelabu, Raihan semalaman panas 38, paginya Fira juga 38, Alhamdulillah bunda terlatih menenangkan hati pikiran dan perasaan, kalau nggak panik nggak keruan-keruan kali. Ternyata Angin Dananu SIngkarak yang dingin dan ditambah gerimis kecil itu buat kita semua terserang wabah masuk angin, yang pasti anak2 gue demam semua. Modal gue obat panas, obat batuk, obat pilek dan vitamin dosis tinggi. Jangan ditanya berapa kali muntah itu anak2, kerjaan gue ngumpulin plastik buat tempat muntah, heboh banget. Tapi teteup gue kan "Ibu Tega" travelling masih ON....hanya schedule ke Danau Maninjau dan Pariaman dibatalkan, kerena kondisi anak2 yang tidak mendukung, kita hanya mengunjungi Ngarai Sianok dan Panorama, serta Gua Jepang. Anak2 ikut juga lihat Ngarai Sianok dan monyet2 yang banyak berlari-lari bebas, anak2 seneng ber teriak2 karena dari mulut mereka keluar asap..maksudnya dingin banget gitu, norak deh. Tapi pemandangannya memang oke, bayangin ditengah-tengah kota ada Ngarai yang buesar dan bagus banget, It's Amazing! Disana juga ada Gua Jepang, bekas penjajahan Jepang dulu letaknya dilorong dengan ratusan anak tangga kebawah, berhubung Raihan ngotot masuk jadilah gue fitness gratis turun naik gua. Sementara gue teler nemenin Abang raihan, Fira teler demam ditemenin Tetanya dimobil. Kata Era Fira sempet menggigil dan biru mulutnya kedinginan, karena takut step dikasih air teh manis hangat, muntah lah semua, tapi jadi hangat badannya, aduh untung ada Tetanya, kalau nggak keleleran gue ngurus anak 3 sakit semua.

Jam 14.00 Balik ke Padang, mampir makan di sate Ma Sukur, mantabbb, gemuk2 satenya, secara sate padang di Jakarta mungilita semua, disini satenya sekali suap bikin mulut monyong2 saking gedenya, sausnya kental dan pedes, enak pokoknya, puas deh. Berhubung anak2 gak bisa makan pedes, Bunda sudah antisipasi beli Kentucky dulu buat mereka, untung si Mak sukur nggak ngomel satenya bersanding gak matching dengan kentang goreng di meja..

Jam 17.30 sampai kembali ke Kota Padang, udara kembali panas, ternyata panasnya nggak kalah sama Jakarta !. Check in di Rocky International Hotel, hotelnya jadi satu sama Mall dan Restaurant, Nahh..ini baru Hotel ! kata Nadhif, sok tahu belum lulus playgroup aja bisa bedain hotel berbintang sama tidak. Malamnya kecapean, tidur di dikamar Hotel, hehehe..bener kata nadhif Ini baru hotel! nyaman bo ! puless less zzzzzzzzz.....

Senin, 29 Januari 2007
Hari terakhir di Padang sudah di bikinin jadwal kepresidenan sama si Mama dari Jakarta, mertuaku ini pesen2 harus silaturahmi ke keluarga, berhubung menantunya nggak pernah nongol di Padang. Daerah keluarga mama namanya Ganting (baca: Gantiang), disana berderet rumah keluarga yg harus didatengin, terakhir gue ngunjungin rumah tempat mama dulu tinggal, aduuuh bagus banget, Rumah Panggung yang seluruhnya masih kayu, dicat warna hijau putih ulirannya masih asli dan rapih sekali, halamannya cukup luas terawat. Masuk ke teras melalui tangga kayu ukir kalau kita jalan buyi duk..duk..duk..jadilah anak2 gue lari2 sambil hentak2an kakinya ribut bener, again Norak banget anak Jakrta ini.
Kalau keluarga papa mertua namanya Parak Laweh, sebelum balik ke Hotel sempet mampir ketemu keluarga2 disana, dijamu makan siang, asiiik nggak bosen2 gue sama masakan padang ini, tapi seperti biasa gue keluarin makanan anak2 dari kantung Doraemon gue karena sajiannya pedessemua,......yg bikin gue bengong anak2 kecil keponakan suamiku di Padang sana ternyata dengan cueknya makan gulai jengkol dan balado...masih TK jek udah fasih nge jengkol! hebat!

Sempet mampir ke toko oleh2 Christine Hakim di Padang beli keripik2 dan kue2 pesanan temen dan tante2, wuiiih 2 kardus gue beli, rasanya semua orang mau gue bawain.
Jam 15.00 sudah harus jalan ke Airport Minangkabau. Pesawat Air Asia terlambat hanya 30 menit dari schedule it's okay...Take Off 18.15, bedanya waktu pulang ini anak2 teler semua tapi teteup jejeritan waktu take of dan landing..

Jam 21.30 sampai rumah..and..GUBRAK !!
hanya satu yang meringankan pikiran gue yaitu BESOKNYA GUE MASIH CUTIIIII!!!!

Selasa, 30 Januari 2007
13.00, Praktek Dokter Anak Syukriman, RS Hermina Jatinegara (dokternya orang Padang ternyata)
komentar suster : "Sakit semua bu? borongan nih!"
komentar dokter : "Bilang ya sama bunda, kalau ke Bukit Tinggi jangan musim hujan bikin sakit, nanti aja Juni Juli anget "

yaaa...dokter pan tiket promosinya adanya tanggal segitu...gak bole protes

No comments:

Post a Comment

 

(c)2009 Soulmate. Blogger Templates created by Deluxe Templates Redesign by Mung Bisnis