Saturday, October 23, 2010

Recipe Bolu Gulung "mirip" Meranti



Setelah beberapa kali dibawain suami Bolu Meranti dari Medan, penasaran dengan gulungannya yang elastis dan tidak patah, juga rasa lembut bolu nya yang moist banget, plus cream mocca or kejunya yang full didalam bolu membuat gue terbayang bayang selalu utk membuat bolu satu ini.
Bertekad bisa buat, harus kuat nih tekadnya, bahannya mahal dweeh.. konsisten dengan ucapan kepada anak-anak, apapun yang orang lain buat, kalau kalian suka Bunda akan coba bikinkan dirumah. That's why, kalau ada kue enak, anak2 dengan pedenya nagih, Bunda besok buat ya kayak gini...ow..ow..
Akhirnya setelah melihat Bu Fat menggulung bolu dengan suksesnya, makin penasaran setengah mati menaklukan bolu 15 telur ini. Masaknya nunggu gajian, biar nggak mencekik leher banget kalau gagal hehehe...
Resepnya diambil dari kursus Cake Dasar NCC, asli resepnya ini :
Bolu Gulung
By Fatmah Bahalwan

Bahan:

15 butir kuning telur
150 g gula pasir
75 g tepung terigu
175 g mentega, kocok

Cara membuat:

Kocok kuning telur dan gula hingga kental. Masukkan tepung sambil diayak.
Masukkan mentega kocok, aduk hingga rata betul. Pengadukan yang kurang rata dapat menyebabkan cake bantet.
Tuang kedalam loyang tipis (loyang bolu gulung) 24x24 cm atau 25x35 cm, ratakan.
Oven selama 15 menit dengan suhu 180’C hingga matang.
Balikkan bolu diatas kertas roti, olesi dengan selai/butter cream, lalu gulung perlahan.
Dinginkan dalam kulkas, hias atasnya dengan berbagai topping, potong-potong.

Catatan:
Jika menggunakan oven listrik, nyalakan juga api atasnya.

Wednesday, October 20, 2010

Recipe - Midnight Cupcakes




Kenapa midnight cupcakes? Karena di baking dan didecorating tengah malam buta. Semua orang sudah tidur, gak kuat nemenin kokinya ngobrak ngabrik dapur malem-malem.

Semua itu gara-gara mampir sebentaar ke Toko Loyang di Wolter Monginsidi penasaran liat websitenya yg bikin ngiler, sengaja gak bawa duit banyak-banyak sembari berdoa semoga nggak kalap ngeborong peralatan baking dan decorating, tanggal tua cuuuuyyy....

Akhirnya dengan menahan diri sekuat tenaga, walau nggak (dianggap) ngeborong tetep aja beli perlengkapan cupcake, secara gatel liat cup momma cupcake, bikin meleleh.

Daaann pulang nya dijalan nelpon si Riah dirumah, tolong timbang terigu, mentega, gula, telur dll, dll, mmmmhhh...asisten gue itu apal deh, si ibu lagi kumat nih, stress atau PMS mungkin, mulai deeh hilang kesadaran kalau udah kebelet masak. hahahaha.

Malamnya dirumah, gak perduli pulang kantor belum mandi belum bersihin muka langsung ngeblender bahan cupcake, pake resep Butter Cake NCC nya Ibu Guru, Bu Fatmah.

Selesai baking si ayah masih melek nemenin sambil main BB *lumayan tu BB bikin ayah betah ditinggal masak*. Cupcake masih panas sengaja di taruh dimeja dibawah kipas angin...biar cepet dingin, mau di decor butter cream, kalo panas2 meleleh dong butter cream nya... Ayah geleng-geleng, bingung, kenapa juga maksa menghias tengah malem, apa gak bisa besok subuh?. Ngga bisa nggak, hrs kelar malam ini, mana bisa bobo tenang gue kalau gak kelar, gentayangan tuh cupcake dalam mimpi...lebaaayy.

Lama-lama kasihan juga liat ayah sudah merem melek depan TV ditemenin cupcake yang lagi jemuran hahaha..Ya sudahlah Beb, kalau ngantuk bobo aja, Bunda nggak apa-apa kok sendirian ngehias kue....gak rela gitu ngomongnya, tapi terpaksa ikhlas *ikhlas kok terpaksa*, daripada gak diijinin lagi masak malem-malem.

Nah inilah penampakan cupcake sebelum dan setelah di decorating, resepnya aku ijin copas punyanya ibu Fatmah, juga salah satu resep waktu kursus di NCC :

Resep Butter Cake
By Fatmah Bahalwan

Bahan
250 gr margarine
250 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
8 btr kuning telur
6 btr putih telur

Cara membuatnya :

1.Kocok margarine dan gula pasir hingga pucat dan mengembang, tambahkan kuning telur satu persatu sambil terus dikocok hingga tercampur rata. Matikan mixer. Tuang tepung sambil diaduk dengan centong, sampai rata.
2.Ditempat lain, kocok putih telur hingga kaku, campurkan pada adonan mentega, aduk rata.
3.Tuang kedalam loyang tulban. Untuk loyang sebaiknya diberi polesan mentega dan terigu supaya tidak lengket. Untuk cupcake langsung dituang dalam cetakan cetakan cupcake/ cup kertas/momma cupcake
4.Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat selama 45 menit
5.Untuk cupcake setelah dingin di hias dengan butter cream atau fondant
6.Untuk decor nya aku pakai teknik decorating swirl, dengan spuit wilton 1M, biar bisa muter-muter kayak ice cream, pewarna butter creamnya pakai cap kupu-kupu, sedangkan bunga kecilnya pakai sugar paste beli di Wilton, masih blm sanggup buat pake fondant. next deeh setelah ikut kursus cupcake di NCC.

Friday, August 20, 2010

Recipe - Brownies Kukus Keju Radin










Kalau aku mencontek resep untuk menghargai pemilik resep, lebih afdol menyertakan nama pemilik resep di belakang nama kue. Kue brownies kukus Keju ini aku dapat dari milis NCC yang resep aslinya adalah merupakan resep andalan Mbak Nia pemilik Radin Cake. Brokus Keju ini juga paling laku lho di Radin cake. Buatnya gampang, nggak pake di bakar oven, hanya dikukus. Rasanya nggak kalah dengan cake keju bakery, lembuuut dan yummmy...plus keletes-keletes keju didalam setiap gigitannya...duuh jadi ngeces

Hanyaa...karena gue gak punya klakat atau kukusan guede buat mengkukus, yah pake peralatan seadanya di dapur, dandang nasi aja buat kukus kue nya...cuciaaan deh. Alhasil, walaupun namanya brownies, tapi bentuknya bolu, halah, ngaku2 brownies, kue Amrik itu, padahal bikinnya pake dandang nasi, bentuknya bolu standar. Biarin wueeeek...rasanya dong yang pentiing, makannya merem kan juga bisa :). Coba aja sendiri resepnya, semua juga bilang uenaaakkk.

Resep Brownies Kukus Keju
by: Nia

Bahan A
2 butir kuning telur
2 butir telur utuh
100 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla extract
1/2 sdm emulsifier
1/2 sdt garam

Bahan B - aduk rata
75 gram tepung terigu protein sedang
25 gram susu bubuk
20 gram maizena
1/2 sdt baking powder

Bahan C - lelehkan
25 gram butter
85 mL minyak sayur

Bahan D
50 gram keju, potong dadu, digulingkan dalam terigu sebelum di masukan ke adonan supaya ngambang/terbang *duh bahasanya kok susah ya* keju tidak turun ke dasar cetakan

Loyang: ukuran 30 x 10 x 4 cm - oles minyak atau carlo, alasi dengan kertas roti

Cara:
Panaskan kukusan.

Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
Taburkan Bahan D, lalu aduk rata.
Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap. Jangan lupa kalau bukan pake klakat yang tutupnya pyramid, tapi dengan kukusan/dandang bulat, artinya tutup dandang harus di bungkus kain biar tetesan air tidak jatuh ke bolu nya.

Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
Setelah matang, oles dengan mentega kocok, parutkan keju di atasnya

Wednesday, July 28, 2010

Fettucini


Fettucini masakan paling mudah dan paling digemari anak-anak dirumah, resepnya biasanya gak pake mikir, kira2 dan sesuai keinginan, isinya sesuai yang ada dilemari es, masaknya cemplung-cemplung, aduk, kelar nikmat daaaan bikin gemuk ......resepnya agak ngarang yaaa, tapi bisa nanti disesuaikan dengan selera :

Bahan Saus Putih :
1/2 Bawang bombay yang besar
2 siung bawang putih
180 gr keju parut / 1 blok keju juga boleh (sebagian boleh dijadikan taburan)
1 sdm mentega
1 sdm terigu
500 ml susu cair, bisa lebih utk menyesuaikan kekentalan saus
garam
merica / boleh pake lada hitam bisa lebih dramatis rasanya
2 lembar smokebeef iris kotak (optional)
jamur kancing kalengan iris tipis (optional)

Fettucini kering 225 gram
Cara membuat :

Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan mentega, masukan smoke beef dan jamur, campur terigu dengan sebagian susu agar tidak menggumpal, masukan kedalam tumisan mentega, aduk cepat. Masukan sisa susu, dan parutan keju, kalau masih terlalu kental boleh tambah susu atau sesuai selera. susu disesuaikan dengan kekentalan yang diinginkan. Masukan garam dan merica secukupnya. Angkat, sisihkan

Rebus Fettucini kering dan 1 sdm minyak goreng agar tidak lengket. Setelah matang, tiriskan dan langsung siram air agar tidak melekat setelah dingin.

Campur fettucini dan saus putih, taburkan keju parut dan parsley bila suka, hidangkan selagi panas.

Tuesday, July 27, 2010

Travelling - Singapore 2010


The Merlion

Depan Apartment


Clarke Quay - Hiburan Malam
Slider 4 lantai di Changi
Mall di Changi

Changi
ISetan

TANG - Orchard

Hippo Bus - Topless

Hippo Bus
Skycrapes at Marina Bay dari Duck tour


Singapore Flyer

Esplanade Theater dari Flyer
Capsule Singapore Flyer dari luar

Dalam Capsul Singapore Flyer

Esplanade

Marina Bay Sand Hotel
Dalam Cable car menyebrangi Sentosa Island



Didepan Istana Shrek





Madagarskar


The Mummy


Far Far Away Castle

The Monroe Sisters


Universal Globe

Singapore 2010

Alhamdulillah punya kesempatan pergi berdua dengan anak gadis Bunda, trip kali ini ke Singapore, negara kecil nan makmur di Asia Tenggara. Secara belum ke sampaian cita-cita ke Disneyland Hongkong and Macau, ya sudah ke Universal Studio sajalah yang dekat di Singapore.

Sejak mulai soft opening Universal Studio Singapore (USS) bulan April 2010 kita sudah mulai cari2 info tiket masuk dan cara pembeliannya. Ternyata memang harus melakukan pemesanan jauh2 hari, apalagi turis seperti kita, yang punya keterbatasan waktu di Sing, pemesanan tiket dimuka sangat dianjurkan melalui internet. Dan memang 90 hari sebelum tanggal kedatangan, sudah harus di searching, itupun sulit sekali mengakses situsnya untuk booking tiket USS, mungkin karena baru buka dan menjelang high season. Harga tiket untuk Adult S$ 66 dan children under 12 yr S$ 48. Dengan pertimbangan menghindari antrian panjang di setiap permainannya, aku dan Fira memesan Universal Express ticket dengan tambahan S$ 30 /org. Tidak salah kalau USS sebagai andalan wisata mereka untuk menarik turis asing pada high season Juni-Juli 2010 ini, Good for us.

Thursday, 22 July 2010

Kita berangkat bersama 2 sahabat tersayang dikantor Aty dan Ade, memang sudah beberapa kali merencanakan travelling abroad bersama tetapi baru kesampaian sekarang, Senangnya. Kita berempat plus Fira tiba di Singapore jam 10.25 pm waktu setempat. Dari Bandara dijemput Iway suami sepupuku Mala, naik 2 taksi, langsung menuju ke rumah mereka, argo dari Bandara ke Ang Mo Kio S$ 18 /taksi. Alhamdulillah dijemput Iway, karena hari sudah menjelang tengah malam dan agak sulit mencari blok Apartement di Ang Mu Kio yang gedung2nya hampir seluruhnya mirip. Kita bermalam di Mbak Mala malam pertama.

Friday, 23 July 2010

Paginya kita sudah siap-siap untuk berangkat ke USS dan sebelumnya harus mengantar barang2 Aty dan Ade ke apartement yang mereka sewa di Airview Tower, River Valley Road, penginapan milik orang Indonesia, lumayan murah S$80/malam, dan cukup bersih. Taksi dari Ang Mu Kio ke Airview S$ 18, agak mahal karena ada surcharge pagi hari sebelum jam 10 pagi. Dari Airview lanjut ke USS dengan Bus dan MRT, naik bus $2/org ke St.MRT Dhoby Ghout, lalu naik MRT menuju St. Harbour Front. Dari St. Harbour Front foto2 dulu di Vivo City. Setelah itu naik Sentosa Express ke menyebrang ke Resort World Sentosa di Sentosa Island tempat dimana berada Universal Studio Singapore. Tiket train Sentosa Express $3 per orang PP. Tiba di Sentosa Island jam 10.00 am, langsung foto2 di depan Bola Dunia Universal depan USS. Tiket yang kita beli lewat internet harus di otorisasi dahulu disana. Setelah di otorisasi, kita diberikan USS map untuk panduan lengkap, Meal voucher $5 dan Retail voucher $5 per tiket.

Di dalam USS luar biasa rapi, tertata, indah, dan setiap theme yang mereka angkat memberikan atmosfir yang berbeda dan membuat kita yang berada dalam theme park nya merasa benar-benar berada dalam dunia khayal, it's really awesome. Salah satu Theme yang diangkat adalah Hollywood, lengkap dengan berbagai macam keartisannya, cara pembuatan film nya, studio, property film, theater nya, maupun artis2 legendaris seperti Charlie Chaplin, Marlyn Monroe, Hulk, Kungfu Panda, dll. Yang paling mengagumkan adalah replica studio Stephen Spielberg, dimana penonton akan terkesima dengan pembuatan film action ala Om Stephen, semua sesuai asli, dari mulai ombaknya, air nya, badai, sampai kapal sebesar studio yang tiba2 nongol depan mata, membuat kita seperti benar2 berada dalam badai hebat di kota New York. Top abisss......

Mengusung thema lain nya The Mummy. Yang ini semua serba jaman Mesir kuno lengkap dengan Sphinx nya, salah satu wahananya yang menegangkan adalah high speed coaster dalam studio, naik coaster dengan kecepatan tinggi tiba2 masuk dalam lorong gelap panjang, naik turun curam masuk dalam lingkaran api yang menegangkan. Keren banget, sampai Fira minta balik lagi untuk main, tumben hehehe.....

Theme2 lain nya Jurrasic Park, Negeri Far far Away tempatnya Shrek dan pricess Fiona, dan Madagaskar. Di setiap theme nya menyajikan wahana yang menegangkan dan menyenangkan. Seperti dalam studio 4D Shrek, membuat kita seakan benar-benar berada bersama Shrek di atas kuda tunggangan mengejar penculik Fiona. Mulai dari siraman air, tempat duduk yang meloncat loncat, laba2 dikolong kursi, sampai tombak yang terasa menusuk mata, membuat penonton menjerit jerit antara geli, lucu dan tegang, hehehe menghibur sekali.

Voucher meal dan retail seharga masing-masing S$ 5 cukup lumayan untuk dibelanjakan makan siang & dan berbagai macam barang di toko2 souvenir. Makan siang hanya dengan S$4,5 mendapat sandwich 2 lapis tebal mengenyangkan, cukup tukar voucher meal saja.

Jam 19.00 kita menyudahi petualangan seru di USS, hari sudah mulai gelap. Aty dan Ade meninggalkan Sentosa Island dengan Sentosa Express kembali ke Vivo City, sedangkan Aku dan Fira menuju St. Imbiah untuk pulang menggunakan Cable Car. Ternyata station Cable Car berada di Imbiah di Pulau Sentosa, jauh juga keatas bukit, untungnya naik dengan escalator panjang. Dengan tiket seharga S$ 24 Capsul itu menghantarkan kita menyeberangi selat menuju Harbour Front. Dalam Jewel Cable Car, capsule mewah yang katanya baru selesai renovasi itu bisa diiisi 8 orang, tetapi saat itu hanya ada aku dan Fira berdua didalamnya. Jujur aja deg-deg an juga, padahal aku bukan yang termasuk takut ketinggian, tapi karena ini berada ratusan meter diatas laut menyebrang pulau, jadi agak lemes juga. Jangan bandingkan dengan Ancol dan TMII deh, jauuh lebih tinggi, dan panjang rutenya.

Dari Harbour Front selepas turun cable car, kita naik MRT menuju St. Clarke Quay tempat janjian dengan Aty dan Ade yang tadi terpisah. Di Clarke Quay kita memutari sungai yang dipenuhi resto-resto dan cafe-cafe mewah. Makan di area Food Festival. Lalu pulang karena sudah sangat lelah. Aty dan Ade ke Apartement di River Valey, sedangkan aku dan Fira lanjut naik MRT ke St.Ang MO Kio, ke Apartemen Mbak Mala, jam 21.30, Alhamdulillah tidak nyasar sendirian naik MRT dan bus, walaupun lingkungan nya sangat asing tetapi terasa aman bagi aku.

Saturday, 24 July 2010

Pagi-pagi dirumah Mbak Mala dibuatkan breakfast beef Burger, enaak banget tuh burger, aduh Mbak aku nggak kesampaian beli daging burgernya di supermarket, padahal niat beli untuk bawa pulang,......

Hari ini kita berencana city tour, nggak afdol kalau ke Singapore nggak nengok patung Singa muntah, The Merlion. Naik MRT ke St. Esplanade, dari Suntec City kita menuju ke Marina Bay. Mulai dari Suntec, Esplanade Theater, menyusuri jembatan Esplanade Drive, Hotel Fullerton, One Fullerton, dan Merlion Park tempat berdiri patung Singa muntah icon Singapore itu, dari Merlion Park tampak Boat Quay, dan Esplanade, gedung mirip Duren terbelah. Dan yang paling membuat aku kagum adalah diseberang One Fullerton berdiri 3 gedung kembar dengan perahu besar diatasnya, Marina Bay Sand Hotel, kalau liat liputan dan fotonya klik disini menjulang setinggi hampir 200 m, kereen banget, sayang tidak berkesempatan naik ke resort berbentuk perahu di atas hotel yang katanya tiket naik ke atas hotelnya nya seharga S$ 20 /org.
Puas kelilingan Marina Bay, aku langsung menuju Singapore Flyer, flyer yang merupakan biangalala terbesar didunia saat ini dengan ketinggian 165 m, menawarkan panorama Singapore dalam 360 derajat. Sudah tanggung di Singapore, Aku dan Fira pun naik ke dalamnya. Tiket seharga S$ 30 untuk adult dan S$ 21 untuk child, sebanding dengan kenyamanan dan keindahan pemandangan dari atas Flyer. Setelah 30 menit berputar dengan Flyer, kita berdua kembali berjalan kaki menuju Suntec City untuk naik Duck tour yang tiket terusan bersama Hippo tour sudah aku beli setiba di Suntec pagi harinya. Ducktour adalah mobil amphibi dengan roda besar, yang dapat berjalan seperti kendaraan di jalan raya, tetapi juga dapat masuk ke dalam sungai. Rutenya mengelilingi Marina Bay melihat Esplanade, The Merlion dan Marina Bay di tepi sungai, nice view. Seru juga naik bebek, dari berkendara di jalan raya seputaran Esplanade Suntec, tiba2 byurrr....masuk dan mengambang di air...hahaha..lucu kayak naik bebek beneran. Selesai naik Ducktour kita lanjut naik Hippo tour. Bis bertingkat dengan tingkat atasnya tanpa atap, topless, sehingga penumpang dapat dengan bebas menikmati pemandangan dari atas bus. Paket Singapore Pass including Singapore Flyer, Ducktour, Hippo Heritage tour, Hippo city tour dan Hippo Sentosa tour di bundle seharga S$ 63 untuk adult dan S$ 33 untuk children, berlaku untuk 2 hari berkendara dengan Bis Hippo. Bis Hippo ini start dari Suntec City setiap 25 mnt, memiliki lebih dari 20 pemberhentian, dimana penumpang dapat Hop on/Hop off atau naik dan turun sesuka hati dan kemudian naik kembali 25 menit setelahnya dengan bis Hippo selanjutnya. Mudah dan praktis kalau tidak mau naik kendaraan umum. Aku dan Fira sore itu naik Hippo Heritage tour, di pemberhentian Bugis aku turun dan berbelanja oleh-oleh disana. 25 menit kemudian, aku sudah siap lagi di pemberhentian Hippo untuk Hop on dan melanjutkan perjalanan ke Little Inda, dan turun di Mustafa Center dan belanja barang-barang murmer disana. Yang lebih puas disebelah Mustafa Center ternyata ada City Square Mall, yang didalamnya ada Charles n Keith sedang Diskon besar, seperti menemukan air di Padang pasir, girang banget gue.

Dari Mustafa janjian ketemu Aty dan Ade, yang aku sendiri gak tahu kemana saja route mereka hari itu. Yang pasti setelah bertemu mereka, kita hanya sanggup naik taksi pulang, karena kaki serasa mau copot dari pinggang, pegell bener. Malam itu aku menginap bersama Aty dan Ade di Airview Apartment.

Sunday 25 July 2010

Hari terakhir di Singapore, masih belum puas belanja ke Bugis, jadi pagi ini aku ulang kembali. Berdua Fira dari depan airview kebetulan lihat di daftar bus ada yang langsung menuju Bugis, good. Hanya 7 bus stop, 15 menit sudah sampai ke Bugis, dekat ternyata. Belanja di Bugis pagi hari ternyata menyenangkan karena masih sepi, catat ya kalau mau belanja ke Bugis street jam 10.00 sudah sampai sana. Dari Bugis, kita kembali ke Suntec karena mau naik Hippo lagi, sayang kalau tidak dimaksimalkan tournya, karena kita masih punya jatah 1 hari lagi. Jadi hari itu kita naik Hippo City tour, kembali memutari Esplanade Merlion dan sekitarnya, tetapi kemudian mengillingi tempat-tempat menarik didalam kota Singapore, jadi bisa melihat secara keseluruhan seperti apa Singapore city itu. Aku sangat puas ikut Hippo tour. Jam 14.00 aku dan Fira Hop Off di Orchard, pemberhentian Marriot Hotel atau depan Ion Plaza, persis ditengah Orchard Road. Janjian dengan Aty dan Ade di Food Republic, makan siang disana. Hanya 1 jam di Orchard. Mungkin aku bukan yang senang berada ditengah tengah Mall mewah di Orchard Road, kalaupun mau lihat lihat paling di Lucky Plaza, yang barang2nya aneka macam. sedangkan untuk mall seperti Takashimaya, Ion, Atria, bagiku sama saja dengan melihat lihat Pacific Place Mall tiap hari sambil nunggu ayah pulang.

Jam 15 kita ambil koper yang dititipkan di Apartement, karena jam 12 siang tadi sudah check out. Dari Apartement langsung ke Changi. Bandara megah terdiri dari 3 Terminal yang masing-masing memiliki Mall, Restaurants, Theather, Gym, dan hotel. dimana ketiga terminalnya dihubungkan oleh train selama 24 jam. Kita sengaja datang lebih awal ke Changi, sekaligus menikmati bandara megah itu, belanja candy dan chocolate, serta Fira sempat main sliders sepanjang 4 lantai.

Jam 19.05 waktu Singapore, pesawat kita take off menuju Jakarta, Bye bye Singapore, I'll be back soon.

Saturday, March 13, 2010

Recipe - Soto Banjar



Soto Banjar

Soto Banjar adalah soto khas Kalimantan Selatan, tepatnya Banjarmasin, daerah asal ayah ku. Menurut cerita beliau, Soto Banjar ini adalah hidangan wajib di Banjarmasin setiap Hari Raya Idul Fitri. Kemanapun bertamu, di setiap rumah pasti ada hidangan Soto Banjar. Tradisi inilah yang kemudian juga dilakukan oleh Andung, ibu dari ayahku. Beliau sebenarnya adalah keturunan Bengkulu, Sumatera Selatan, yang orang Banjarmasin asli adalah suaminya, oleh ku dipanggil Kai. Tetapi hebatnya Andung lah yang mengakarkan tradisi Soto Banjar di keluarga besar kami, malah resep Soto Banjar ala Andung tidak ada duanya dimanapun, sangat khas dan disukai seluruh keluarga, bahkan keluarga besar Andung yang berasal dari Bengkulu sekalipun.

Resep ini kemudian diturunkan kepada Mama Dede, tanteku, adik ayah yang perempuan, yang kemudian melanjutkan tradisi memasak Soto di Hari hari Besar setelah Andung tidak mampu lagi memasak karena usia. Alhamdulillah resep ini di tularkan kepada ibuku, sepupu2 perempuanku, dan nggak ketinggalan aku juga merasa harus memilikinya. Insya Allah nggak hilang.

Kini Andung dan Mama Dede telah meninggalkan keluarga kami untuk selama-lamanya, dua wanita hebat yang aku kenal. Resep ini aku tulis untuk mengenang mereka, terima kasih Andung, makasih Ma Dede.....*kok ya aku nulis sambil nangis gini siiihhh.... :((

Dari beberapa kali mencicipi Soto Banjar seantero Jakarta, menurutku tidak ada yang mengalahkan nikmatnya Soto Banjar Andung. Mau tahu rahasianya??.....ternyata Soto Banjar Andung ku itu menggunakan susu, mentega, plus aroma rempah rempah yang sangat kuat didalam kuahnya....mmmhhh pantas lebih nikmat.

Resep

1 ekor ayam buras
5 siung bawang merah iris halus
10 siung bawang putih iris halus
1 buah bawang bombay iris halus
1 sdm mentega
500 ml susu cair
3 batang daun bawang
jahe 1 ruas dibakar dahulu
1 sdt gula
1 bungkus kaldu ayam bubuk
1/2 sdt merica

rempah2 yang dimasukan ke dalam kain kasa dan diikat benang agar tdk tumpah:
20 kapulaga
2 sdt cengkeh
2 sdt jinten
2 ruas jari kayu manis
1 buah pala digeprek

Pelengkap :

lontong (biasanya dibuat dalam plastik tahan panas, sehingga bersih berwarna putih)
telur rebus diiris sesuai selera
perkedel
soun direbus
bawang goreng
seledri iris halus
jeruk nipis potong2
kecap asin

Sambal goreng
cabe merah, bawang merah dan bawang putih halus digoreng dg minyak

Cara Membuat :

Rebus Ayam dalam 1 panci air, untuk mendapatkan kaldu kental,. Tumis dengan minyak dan mentega bawang merah, bawang putih, bawang bombay sampai harum, angkat dan masukan ke dalam kuah kaldu yang tadi dibuat, masukan jahe, rempah2 yang telah dibungkus kain kasa kedalam kaldu, masukan susu, garam dan kaldu bubuk, gula, merica, daun bawang. Didihkan sampai ayam matang. Angkat ayam dan suir-suir sebagai taburan soto, sisihkan. Kuah soto siap dihidangkan.

Penyajian :
Lontong yang dipotong kotak atur bersama soun, telur rebus, perkedel, dan ayam suwir, tuang kuah diatas nya, kucuri dengan jeruk nipis, bawang goreng, seledri, kecap asin dan sambal goreng.

Ada cara waktu memakannya, haluskan perkedel, dan kuning telur didalam kuah, aduk bersama sambal goreng, jangan lupa rasa asam jeruk nipis harus jelas terasa. Dimakan dalam keadaaan hangat. Mhhh.....nikmat pasti

Sunday, December 06, 2009

Recipe - Fritata Italia



Fritata italia....

"Namanya aneh kok Bund ?"" tanya Raihan. "Kue luar negeri ya Bund ?" tanya Adek Nadhif lagi. "Bukaaan, ini namanya aja yang aneh, rasanya kayak telor dadar.." kata kakak Fira sok tahu . Bundanya nyengir aja.."Sudahlah nak, makan aja, enak kan.., namanya apa saja boleh laah ..."

Besok paginya anak2 ribut minta dibawain utk bekal sekolah, alhamdulillah, ada resep baru utk bekal mereka, ngurangin pikiran, kekurangan variasi menu...

Resep Fritata italia
Sumber : NCC by Fatmah Bahalwan
Bahan:
100 gr bawang Bombay, cincang
5 bh bawang putih, cincang
100 gr paprika merah, cincang
300 gr smoked chicken, cincang
1 sdt lada hitam
1 sdt garam
1 sdt chicken powder
12 btr telur
2 sdm parsley, cincang
50 gr keju parut
5 sdm minyak goreng
Cara membuatnya:
panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum, tambahkan bawang Bombay, aduk rata.
Masukan smoked chicken, lada hitam, garam dan chickcen powder. Aduk rata. Matikan api.
Dalam wadah lain, kocok lepas telur, tambahkan keju parut dan parsley cincang. sisihkan
Siapkan cetakan muffin, beri adonan tumis separohnya. Tuangi adonan telur hingga penuh.
Panggang dalam oven suhu 200’C, hingga matang
Disajikan hangat bisa dengan saus tomat dan sambal botolan

Recipe - Fruit Pie




Nyoba resepnya karena gue sendiri seneng sama pie ini, waktu iseng nawarin pesenan pie buah utk acara buka puasa, eehhh ada aja yang pesen. Sempet bingung takut nggak kuat kuenya utk acara sore, karena mau diambil pagi, dimakan sore, basi nggak ya?, meleyot ngga ya?, berantakan nggak ya? tapi setelah baca blog temen2 yang juga terima pesenan pie buah dengan sukses, akhirnya beraniin juga...harus ada yang pertama kalau mau mulai....

Ini Resepnya :
from NCC by Fatmah Bahalwan
Bahan kulit Pie:
250 gr tepung terigu, serba guna
1/2 sdt garam
125 gr mentega
5 sdm air es

Bahan Vla :
500 cc susu
100 gr gula kaster
5 btr kuning telur
30 gr tepung maizena
1 sdm mentega
1 sdt vanilli extract
Bahan Topping :
Aneka buah, spt strawberi segar iris tipis, kiwi, anggur hijau, anggur merah, jeruk mandarin kaleng, dll
Bahan Siraman:
1 sdt agar-agar putih
100 cc air
1 sdt gula(didihkan ketiga bahan ini, sisihkan)
Cara membuat :
Uleni bahan kulit hingga menjadi adonan liat, gilas tipis, cetak pada cetakan pie kecil, tusuk-tusuk bagian bawahnya dengan garpu agar pie tidak menggelembung, oven hingga matang. Lebih kurang 20 menit.

Vla :
Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu, campur kuning telur, aduk rata, sisihkan.
Rebus susu dan gula hingga mendidih, masukkan campuran maizena dan kuning telur, aduk cepat, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat. Sisihkan.

Penyelesaian:
Isi mangkuk pie dengan vla, hias dengan potongan buah, siram 1 sdt agar-agar bening
Ada sedikit tips, yaitu apabila pie buah tidak mau langsung dimakan dalam beberapa jam, supaya kulit pie tetap renyah, sebelum diisi vla, oleskan dark cooking coklat yang telah dicairkan dengan kuas diseluruh permukaan dalam kulit pie, setelah coklat kering, baru kulit pie di isi vla, dijamin kulit pie akan tetap renyah walau sdh diisi vla selama beberapa jam.

Thursday, December 03, 2009

Recipe - American Risoles





Hanya sekali nyoba resep NCCnya Mbak Fatmah Bahalwan, langsung disukai anak2 hasilnya, dipuji suami abis2an...hahaha modal dipuji, setelah itu langsung berani terima pesenan , Neqads. Hasilnya ternyata American Risoles ini yang best seller, bbrp kali diulang pesenannya. Gue pikir kemahalan waktu matok harga 3500/buah...karena memang harga nya tipis dgn untungnya, modalnya jg gede lho, bahannya premium soalnya, eh gak nyangka responnya bagus, laku, ternyata harga tidak pengaruh kalau rasa dan taste ok, pelajaran dertama buat tukang kue pemula..

Tapi seru lho, beberapa kali terima pesenan American Risoles (Amris) ini, penuh dgn perjuangan dan keringet, kejar2an sama waktu kantor dan jam pesenan, apalagi kalau pesanan utk buka puasa kantor temen, yg notabene ya hari kerja dan jam kantor dan lokasinya macet kalau menjelang sore dibulan puasa. Emangnya koki nya gak ngantor? tetup lah ngantor, hanya dapurnya pindah ke rumah ibu yg bisa disempetin jam istirahat kabur sebentar dari dikantor gue ...sempet2in ngegoreng Amris siang bolong...sukses tu Amris selamat sampai tujuan dengan bantuan tukang ojex tersayang uhuiii....

Resepnya ini silaken di contek, dicoba, dijajal, kalau udah berhasil buat bagi2 yaaa...gue gak mau dibilang pelit resep, pelit ilmu. Kalau mau dijual juga silakeeen. Harga tentuin sendiri dari bahan2 yg dibeli. Nggak takut bagi2 resep dagangan? Nggak la yaww, rejeki tiap orang berbeda mangkuknya. Gue yakin semakin banyak berbagi semakin banyak rejeki ya nggaakkk???
Terimakasih buat suhu ku Mbak Fatmah untuk resep2nya dan motivasi2nya untuk selalu mencoba dan berani berusaha...

Bahan kulit:

100 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
3 btr telur
300 ml susu cair
1 sdm mentega dilelehkan
Untuk 15 lembar

Cara membuat:
Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah.
Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan.
Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Bahan isi :
4 lbr Smoked beef/Smoke Chicken potong kecil 1 x 3 cm
100 gr keju cheddar parut
4 btr telur rebus, potong kecil
Mayonaisse (kalau suka)
1 butir telur, kocok lepas.
250 gr tepung panir.
½ Kg minyak goreng

Mengisi kulit :
Bentangkan kulit, isi dengan potongan smoked beef, potongan telur rebus, sedikit keju parut, dan mayonaise 1/2 sdt kalau suka, lipat spt amplop. Sisihkan. Lakukan hingga kulit habis.
Celupkan risoles isi kedalam telur kocok, lalu gulingkan dalam tepung panir.
Simpan dalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
Goreng hingga kuning kecoklatan
Sajikan dengan saus pedas, saus mustard, atau cabe rawit.
Untuk 15 buah

Tuesday, December 01, 2009

Recipe - Bolu Kukus Ngakak Pelangi



Browsing sana sini, baca2 milis NCC, begitu banyak resep bolu kukus, mulai bolu nyengir, ketawa, ngakak, sampai mingkem karena nggak mau mekar...

Memang sudah beberapa kali bikin bolkus mingkem melulu,...agak kapok, tapi malu sendiri, masa gitu aja nyerah. Dari beberapa resep yg mau dicontek, akhirnya dapat dari blognya RainAileen, Dapur Rain Aileen :

Bahan-bahan :
500 gr Tepung terigu
500 gr Gula pasir
Ovalet
Vanili
5 butir telur ayam
Sprite yang ukuran kecil
Cara membuat :
Campur semua bahan-bahan.
Gula, Tepung terigu, ovalet, vanili, telur dan terakhir spritenya kedalam bowl.
Mixer selama kurang lebih 20 menit dengan kecepatan tinggi.
Sisihkan sebagian adonan, beri pewarna sesuai selera.
Panaskan dandang sampai beruap banyak dengan api besar.
Isi cetakan bolu kukus dengan adonan yang telebih dahulu diberi mangkok kertas.
Kukus selama kurang lebih 20 menit

Ingat kukusan sebelumnya harus dipanaskan sampai barasap, tutup panci dibungkus dgn kain spy tidak menetes air uap ke bolu didalamnya. Panas sedang, api cukup menyentuh panci. jangan dibuka-buka selama 20 menit ya....sabar...


Wednesday, November 25, 2009

Travelling - Me and Him at Kuala Lumpur

DI lobby Radius Hotel, pulang belanja Vincci, lihat muka puasnya...

Suria KLCC, Twintower malam hari


Sybridge Twintower

Taman depan Petronas Building

Ikea...furniturenya bikin ngimpi...

Welcome to Genting Highland

Pintu Masuk IKEA Kuala Lumpur

Didepan Highland Hotel , Genting

Full kabut diluar skyway

Genting City of Entertainment

Gamang diketinggian seperti ini...

@Suria KLCC

Stesen KL Monorail Bukit Bintang


Petronas Twin tower siang hari
Nyaman jalan kaki di Bukit Bintang

Berjaya Times Square

Minggu, 15 November 2009

Kuala Lumpur tampak basah karena hujan pada saat pesawat Landing, alhamdulillah dengan mulus mendarat tepat jam 16.50 waktu KL. Perjalanan kita kali ini dengan persiapan mental dan tenaga yang harus full, karena tanpa tour, tanda guide, tanpa ada yang menemani di KL. Memang dilalah pada saat kita ke KL, beberapa saudara yang bermukim di sana malah ke Jakarta, ya sudah harus usaha sendiri lah tanya2 transpor dan lokasi.

Hal pertama yang harus dicari adalah cari City Map dan transportation Map, dari Bandara kita naik airport transport dari Aeorbus yang menuju ke KL sentral, hanya 8 RM/orang. Cukup jauh perjalanan dari Bandara ke pusat kota KL, 1 jam lewat highway, mmhh...Jakarta Bogor jauhnya, lumayaan. Hujan masih turun ketika kita sampai di KL sentral, Station Bis dari berbagai jurusan ke dan dari KL. Dari sana cari taksi, untung ada taksi voucher, ya sudah lah aman beli voucher, walaupun ktia tahu pasti lebih mahal, 13 RM dari KL sentral-Radius Hotel, Bukit Bintang, cari safe dulu laaahh..

Kita menginap di Radius International Hotel, Bukit Bintang, hotel yang sudah aku book selagi di Jakarta. Bukan Hotel baru tapi masih cukup baik dan besar, dibandingkan hotel2 lain di kawasan Bukit Bintang. Aku dari awal memang mencari hotel menengah di KL, tidak mau terlalu mahal juga tapi bukan guest house. Kalau lokasi memang prefer di Bukit Bintang, beberapa kali aku memesankan hotel untuk ibu dan ayah di KL juga mereka senang di daerah situ, karena mudah transportasinya dan banyak tempat makanannya.

Malam itu kita masuk kamar sudah menjelang jam 19.oo baru azan magrib, telat kok ya ? Keluar hotel sebentar lihat2 kawasan sekitar Bukit Bintang, mmhh, nggak salah kalau kawasan ini dipenuhi wisatawan dan turis asing, ramainya sampai malam hari, penuh dengan cafe-cafe, resto, dan jajanan aneka makanan disepanjang jalan raya dan jalan2 kecil disekelilingnya. Selain itu hotel besar dan kecil berderet disepanjang jalan Bukit Bintang. Mal-mal juga memenuhi area itu, tapi malam itu aku cuma melihat lihat sebentar ke Berjaya Times Square dan Sungei Wang Mall, ramai juga, padahal hari sudah menjelang jam 22.
Cari makan di sekitar hotel, banyak kios2 penjual aneka makanan, tinggal pilih, makanan Melayu, India, Arab, Chinnese samapi Eropa, sampai bingung milihnya. tapi akhirnya karena mau bawa makanan ke hotel dan sudah lelah akhirnya kita dapat nasi lemak yang dijual per pak, lumayan enak dan mengenyangkan untuk makan malam, walau suamiku tengah malam minta tambah lagi mie gelas, hehe Indonesia banget sih..

Senin, 16 November 2009

Pagi-pagi kita isi perut dulu breakfast di hotel, sekenyangnya, takut ntar kelaparan sebelum makan siang, karena kita ada rencana ke Genting hari itu. Hari pertama jalan2 di KL, masih penjajakan, buka peta, belajar lokasi, arah dan jalanan. kita putuskan untuk mencoba monorail yang statiun terdekat yang jaraknya 200 m dari Hotel, Stesen Bukti Bintang. Di depan loket masih bengong juga hahahaha....belajar arah Jalur monorail. Finally kita naik KL monorail ke KL sentral, karena dari sana ada Bis yang menuju Genting. Ternyata sesampai di KL sentral, bis ke Genting sudah penuh sampai dengan jam 13, kita baru bisa dapat seat untuk bis jam 14. ya sudahlah tidak ada pilihan, kita beli PP untuk kepulangan jam 19.30 dari Genting. Harga Bis + Cable Car hanya 9 RM, murah ya ? harus naik cable car, kalau mau sampai di atas, kalaupun mau naik kendaraan bisa saja, tapi jalannya berliku dan lebih memakan waktu. Ya pasti enak naik cable car duoong, bisa liat2 pemandangan.

Berhubung waktu masih jam 10.30 sementara kita baru berangkat ke Genting jam 14.00, kita memutuskan untuk sight seeing kota KL dulu sambil belajar traportasi umumnya. dari KL Central kita baca lagi KL transit map, akhirnya diputuskan naik LRT, Kelana Jaya Line, tujuan pertama karena nggak jelas mau kemana ya ke Twin Tower aja dulu, artinya kita harus turun di Stesen KLCC, sampai KLCC kita harus naik keatas karena letak stasiun nya under ground, nongol2 di di Taman sebelah gedung Suria KLCC, kayak orang kampung masuk kota, celingak celinguk nyari menara kembarnya..yang mana sih ? hohoho...ternyata kita persis berdiri depan gerbangnya, hahaha kurang dongak siihhh...

Foto2 depan Twin Tower, kereen banget tu gedung, untung banyak juga orang berfoto di taman nya, jadi nggak malu miring kiri dan kanan depan kamera, dasar Banci foto. Dari taman di epan twin tower, kita muter2 sebentar di Gedung Suria KLCC, mmh, tidak telalu excited, karena isinya nggak jauh beda dengan Pacific Place Mall tempat Bunda nunggu ayah pulang kantor tiap hari...halah. Cuma satu tempat yang jadi magnet gue di KLCC buat suamiku jadi manyun ditinggal sendiri, ngelihat counter Vincci langsung hilang ingatan dan sensitivitas lingkungan, langsung masuk, nyoba2 sepatu, selop, tas, laaahh lupa suami, ..haha baru nyadar setelah ngeliat muka si ayah asem, hehe maap darleeng...

Dari KLCC kita coba jalan lagi, dan masih naik LRT Kelana Jaya tapi berhenti di Stasiun Mesjid Jamek, shalat Dzuhur dan makan siang di Resto India dekat situ. Dari Mesjid Jamek, kita kembali ke KL Sentral karena bis kita berangkat jam 14.00 ke Genting.

Sesampai di KL Sentral, tidak lama menunggu Bis warna merah dengan plus bergambar warna warni dengan tulisan "Genting City of Entertainment" itu bergerak menuju dataran tinggi Genting. Perjalanan memakan waktu 2 jam, hujan masih turun sepanjang perjalanan, supirnya ngebut di jalan yang berliku. Sampai di tempat Stesen Genting Skyway hujan masih turun deras, sebenarnya cable car tetap beroperasi..hebat, tapi kita nggak berani naik ditengah hujan dan angin besar itu, kita menunggu 1/2 jam, setelah hujan reda, baru kita naik cable car.

Didalam cable car menuju Genting Highland, woww it's amazing, walaupun kita sudah berulang kali dari kecil naik kereta gantung di Taman Mini, tapi ini beda booo...Kereta gantung terpanjang di asia tenggara mempunyai cable mono tercepat di dunia, dengan kecepatan 22 km/jam membawa kita ke Genting Highland Resort sekitar 6000m diatas permukaan laut*hasil ngebrowsing niih....Jalur Cable car ini melintas diatas hutan, bukit dan lembah sepanjang 15 menit perjalanan....ck..ck..ck..gamang awalnya tergantung diatas ketinggian ratusan meter diatas tanah..tapi lama2 senaaang dan norak.

Akhirnya perjalanan di awang-awang yang terasa panjang dan serasa tidak pernah terllihat ujung nya karena hanya terlihat hutan alam Malaysia sepanjang pandangan mata dan kabut tebal, akhir berakhir juga dengan terlihatnya Stesen Genting Them Park di atas. Ternyata Genteing Higland terletak di kelilingi Hotel dan Gedung-gedung bertingkat. Di Genting Highland Resort terdapat begitu banyak tempat hiburan yang sangat ramai dan dipenuhi aneka permainan indooor dan outdoor, termasuk casino tempat mengadu peruntungan alias berjudi itu lho, hehehe nggak mau berani masuk, malu sama kerudung....
Karena kabut tebal dan hujan gerimis yang masih turun, udara menjadi dingin untuk berjalan keluar gedung. Kita hanya berfoto dan minum coffee hangat di salah satu restonya, menikmati udara dingin yang menusuk kulit.

Setelah shalat asar disalah satu surau, kita bersiap kembali naik Skyway untuk turun ke Stesen Genting Skyway, mengejar bis yang akan kembali ke KL Sentral jam 19.30. Sempat membeli manisan-manisa buah, candy dan keripik di sana, oleh-oleh untuk anak2.

Sampai KL Sentral sudah menunjukan pukul 21.00, langsung kembali ke Hotel naik KL Monorail, berhenti di Stesen Bukit Bintang. Hari yang melelahkan.....

Selasa, 17 November 2009

Hari ini memang sudah merencanakan naik ke Sky Bridge Twin Tower, niatnya sih mau pagi-pagi sekitar jam 7 an, apa daya badan masih pegel-pegel kemarin jalan seharian. Akhirnya after breakfast jam 8 pagi, langsung naik KL monorail dari Bukit Bintang, turun di Stesen Bukit Nanas utk ke KLCC kita harus pindah stesen dan naik LRT Kelana Jaya di Stesen Dang Wangi, yang jarak ke dua stesen itu lumayan buat olah raga pagi...Sampai di Twin Tower jreeeng...ngengir liat antriannya muter-muter seperti uler, tapi ya mau nggak mau ikut ngantri, diantara bule2 yang tinggi semampai itu, kita main uler naga. Mengantri lumayan 1.5 jam, untuk mendapatkan tiket gratis naik ke Skybridge Twin tower, akhirnya dapat juga, kita ambil shift sore sekalian aja, jam 17.30, dimana setiap shiftnya terdiri dari 40 orang, kita ambil rombongan sore hari biar ada waktu juga untuk seharian kita jalan-jalan dulu. Setelah mengantongi tiket Skybridge, baru kita bisa memutuskan melancong kemana lagi hari ini...
IKEA....aku mau ke Ikea, pokoknya harus kataku ngotot, walaupun sedikit jauh dipinggir kota, untungnya suamiku mau juga diajak ke sana, asiiikk...tanya kiri tanya kanan, setahu aku ada free bus ke Ikea. Dapat Info, kita harus naik LRT sampai ujung di Stesen Kelana Jaya, dari stesen Kelana Jaya kita harus nyebrang jalan terlebih dahulu untuk sampai di tempat pemberhentian free bus yang menuju ke Ikano Power centre. Alhamdulillah jadwal bisnya tepat 10 menit setelah kita tiba di pemberhentian. IKEA ternyata terletak di shopping mall yang bernama Ikano Power centre, selain Ikea ada juga Ace hardware, IT Hypermarket, serta mall yang cukup bagus didepannya The Curve. aku tidak tertarik yang lain, hanya masuk ke IKEA saja, tempat peralatan rumah tangga dan furniture yang berkualitas apik, cute dan harga cukup murah. Ikea di KL jauh lebih besar daripada Ikea di Singapore, dengan penataaan yang apik dan tata letak yang menarik, menjadikan kita seperti berada didalam ruangan2 rumah. Ikea di KL memiliki 2 lantai yang cukup luas dan di lantai atas terdiri dari furniture, tempat tidur, sofa-sofa besar dan ruangan2 yang ditata seperti rumah layaknya. Diantai dasarnya berisi peralatan pernik rumah dan peralatan rumah tangga serta dapur, gemeeezz bangeet, cute dan kereen. Kita beli oleh-oleh pernik2 kecil aja biar nggak susah bawa di pesawat, hanger, tempat remote, tempat kantong plastik, daan.... centong, *orisinil tukang masak banget siih?.. kok jauh amaat belinya?, tau nggak siih, centong Ikea itu titipan gue tiap tahun kalau ada yang pergi ke Ikea KL, walaupun plastik, tapi kuat, tahan api, nggak lemes dan nggak bikin gores teflon..... duilee segitunyaaa...maksudnya tolong titip yaa kalau ada yang ke Ikea, cuma beliin centong doang kok.

Jam 16.00 kita kembali ke KLCC dengan transport yang sama, sampai di Stesen KLCC pas jam 17.30, langsung masuk Twin Tower, dalam rombongan ber 40 orang. Sebelum kita naik Skybridge, kita disuguhkan film dokumenter mengenai pembuatan skybridge di twin tower, dan Petronas itu sendiri, didalam studio 3 dimensi *dengan kacamata 3D tentunyaa. Setelahnya baru kita diperbolehkan naik lift buesaar berkapasitas 40 org, dalam lift baru nyadar ternyata kita orang Asia sendiri, yang lain bule jadi pemandangan dalam lfit ya cuma perut orang doang hahaha....semampai siihh kamyuuu

Di Skybridge tower kita hanya diperbolehkan menikmati pemandangan selama 15 menit saja, karena setelah itu rombongan selanjutnya akan bergantian naik. Pemandangan nya menurutku biasa saja, dari lantai 41 dimana skybridge itu berada, menurutku sama dengan pemandangan dari gedung BNI 46 di Jakarta. Cuma karena ini twin tower KL aja jadi harus foto2...cuma berfkir, kenapa hanya di skybridge saja, tidak di tingkat tertinggi twin tower ya ?
Setelah 15 menit kita diminta turun kembali, selesai sudah pertunukan yang ngantri tiketnya astaganaga itu, nothing special....
Keluar dari Twin tower, kita duduk duduk dan foto diluar gedung Suria KLCC, dari taman Suria KLCC kita sempat menikmati twin tower di malam hari, cantiiikkk banget, foto-foto lagi.
Kurang puas jalan hari itu, kau masih minta pergi ke Petaling Street, Chinatown. Alhamdulillah ayah mau. Dari KLCC kita menuju Petaling Street, setelah dipastikan letaknya dimana, akhirnya ketemu juga tu jalan. Jalan Petaling, sempit tapi ruamee sama pedagang kaki lima, seperti pasar malam di Jakarta, dijual macam2 barang dan souvenir khas Malaysia, ngiler juga sih liat tas-tas dan dompet KW 2 disana, tapi nahan diri lah, toh di Jakarta juga banyak.
Karena sudah lelah, dari Petaling kita kembali ke Hotel, cari makan malam dan istirahat.....

Rabu, 18 November 2009

Hari terakhir di KL, bangun siang karena tidak ada planning kemana mana, setelah packing, aku pamit pergi ke Sungai Wang, mau ke Vincci, ternyata hasrat terpendam, nggak bisa tidur nanti kalau nggak belanja Vincci, ehh boleh sama suamiku pergi sendiri ke Sungai Wang Mall, makasih sayang. Wooww...dikasih waktu 1.5 jam di Mall dan ke Vincci senengnyaa minta ampun. Akhirnya berhasil dapat tas merrah dan sepatu hak merah juga, baru puas dan nggak kebayang bayang lagi, dasar perempuan.
Jam menunjukan pukul 15.00 ketika kita harus sudah mulai bersiap-siap ke Bandara. Naik taksi dari Radius Hotel ke KL Centreal, lanjut dengan bis ke Bandara. Pesawat take off menuju Jakarta jam 18.45...bye..bye Kuala Lumpur...


 

(c)2009 Soulmate. Blogger Templates created by Deluxe Templates Redesign by Mung Bisnis