Monday, September 15, 2008

Recipe - Pizza ku












Anak2 paling senang kalau makan Pizza di resto akibatnya Bunda gatel mau bikin yang "rada" mirip. Kata Bapaknya.."Jangan semua makanan kamu buat dong Bun, ntar bagaimana nasib tukang jualannya kalau ibu2 bisa buat apa yang mereka jual ?"....iiiihhh Ayah gimana sih kok malah mikirin tukang jualan, bukan mikirin gimana cara supaya hemat nggak jajan...

Alhasil jadilah Pizza hasil ciptaaan Bunda, biar nggak mirip yang penting bisa jadi rayuan gombal kalo anak2 udah merengek minta makan pizza di resto..."Ntar Bunda buatin aja ya De, yang banyaaak dirumah..enak kok, sama rasanya!" ....ngarep.com

Kulit Pizza :
1 sdm ragi fermipan
150 CC air biasa/air es
300 gram terigu
1 sdm gula pasir halus
1/2 sdm garam
5 sdm minyak sayur

Saus Pizza
1 buah Bawang bombay, iris
3 siung bawang putih, iris
saus tomat 5 sdm (atau secukupnya)
1/4 gram daging giling
1 buah tomat, diiris tipis
1 sdt oregano
2 lb daun basil (kalau ada)
Mentega untuk menumis 1 sdm
1 sdt gula pasir
merica & garam secukupnya

Topping
1 buah paprika hijau, iris kotak 1 x 1 cm
1 buah paprika merah, iris kotak 1 x 1 cm
2 buah sosis iris bulat
125 gram keju parut sebaiknya mozarella


Cara Membuat Kulit Pizza
Masukan Fermipan kedalam air dalam mangkuk, diamkan +/- 15 menit, lalu campurkan perlahan2 dengan terigu, tambahkan gula, garam dan minyak sayur, aduk dengan tangan sampai kalis (kalau sudah kalis tdk perlu ditambah lagi terigu). Maksudnya kalis adalah adonan tidak menempel lagi ditangan. Bagi 2 adonan, masing2 bentuk bulat, diamkan lagi 15 menit.

Sambil menunggu, buat saus pizza, tumis bawang bombay dan bawang putih, setelah harum masukkan daging giling, aduk sampai daging matang, masukan saus tomat, masukan irisan tomat, daun basil, oregano, garam, merica, gula, aduk sampai tomat layu dan tercampur rata dengan bahan lain.

Topping paprika dan sosis sebaiknya sedikit ditumis dengan 1 sdt mentega agar tidak terlalu mentah. jangan telalu matang.

Setelah 15 menit adonan kulit pizza didiamkan, ambil satu bagian adonan, giling rata sehingga menjadi bulatan dengan tebal 1/2 cm dan diameter +/- 20 cm (atau sesuai keinginan, apabila tipis bisa lebih lebar), pindahkan ke atas loyang ukuran lebih besar, tusuk2 dengan garpu agar tidak mengembang. Olesi dengan saus pizza, taburi atasnya dengan topping paprika merah dan hijau, sosis dan terakhir parutan keju mozarella. Panggang dengan api kecil hingga kulit pizza matang.

Hmmmm...lezzaatt....

Wednesday, July 09, 2008

Travelling - Garut & Tasikmalaya now

Nini, tante Dian, Alika dan Fira..pagi2 belum mandi udah dayung

Bunda dan anak gadisnya

Menikmati nasi TO sambil menghayal ditemenin Indra Brugman(Lho?)


Senam..senam...di Gedung Sate

Mie Tasik itu loh..

Ini dia Es Sirop Bojong, sengaja difoto biar pada ngiler


Toko Sepatu Maher

Disamping Hotel, sebelah kirinya Bubur Zenal, dikanan Nasi TO


Alika & Fira

Raihan & Nadhif protes kok gak maju2 perahunya....

Pemilik kapar pesiar di vila mewahnya..hehe


Taman Air Sabda Alam, di kaki bukit....
photo lainnya di ada webshot kita

Demi suatu kenangan buat anak2, aku coba menulis liburan ini, untuk sebuah harapan sederhana agar liburan singkat dan menyenangkan itu akan selalu tertanam dalam benak dan menjadi goresan yang indah bagi masa kecil anak-anakku...

Satu lagi harapan teramat sederhana tersimpan dalam hati, semoga sebuah torehan kecil pada akhir perjalanan itu akan menjadi goresan pelajaran yang sangat berharga untuk aku dan suamiku.

Rencana perjalanan ke Garut memang sudah di rencanakan awal2 liburan, sebenarnya salah satu alasannya juga yaitu mengajak ibu ku, sang nenek yang perlu refreshing. Pilihan liburan memang bermacam-macam, kali ini yang diinginkan adalah tempat wisata yang tidak terlalu jauh paling tidak kurang dari 1/2 hari perjalanan dengan mobil dan memiliki tempat penginapan yang menyenangkan buat anak, satu lagi biayanya murah...
Alhasil dari nanya kiri-kanan, browsing ini itu, phone kesana-kemari, diputuskanlah tujuan ke Garut, Tasikmalaya plus Bandung kalau sempat, dan menginap di Danau Dariza Resort

Kamis, 3 Juli 2008, Garut
Anggota rombongan : Ayah, Bunda, Nini, Tante Dian, Fira, Raihan, Nadhif. Berangkat dari Jakarta jam 06.30, dengan perkiraan lewat tol Cipularang 2 jam plus Bandung to Garut 1 jam total perjalanan 3 jam, karena diharapkan sampai disana udara masih belum belum terlalu panas untuk anak2 langsung berenang. Melewati tol Cipularang, Bandung, menuju Jalur Selatan ke arah Tasikmalaya berbelok ke wilayah kota Garut. Kota Garut ternyata sudah menjadi salah satu tujuan pariwisata di Jawa Barat, khususnya Bandung, Tasik dan sekitarnya. Area wisatanya terletak di daerah atau jalan Cipanas, dimana sepanjang jalannya penuh penginapan dan hotel besar maupun kecil, dan rata-rata menyediakan pemandian air panas. Banyak pilihan penginapan representative disana selain Danau Dariza tempat kita menginap, ada juga Sumber Alam, Sabda Alam, Tirta Gangga, Kampung Sampireun , dll.

Danau Dariza Resort tempat kita menginap adalah sebuat penginapan dengan villa yang terletak diatas air, tepatnya diatas danau buatan. Jadi pemandangan teras belakang adalah danau dengan sampan-sampan dan sepeda perahu berbagai macam bentuk. Plus design dari masing2 villa yang bergaya rumah daerah Sunda, Minang, Batak dan Timor timur, unik banget. Keseluruhan dinding villa berupa bilik dari bambu dan rotan. Kamar mandinya didesign dari batu-batuan alam, etnik. Daaan yang buat anak2 kesenengan adalah kolam renang dengan mini waterboom, yaaah...lumayan buat seru2an.

Sampai di hotel jam 09.30..sesuai rencana anak2 langsung berenang, untuk kolam kecil airnya hangat, cumaaa berhubung dibuka juga buat umum, wadoh kayak cendol di mangkok, puenuh, Bunda sampai pusing liatnya, apalagi matahari tambah menyengat. Satu lagi yang pengen dikomentarin, kalo dideketin dalam jarak 1 meter baru kelihatan airnya kotor brrrhhh, sementara anak2 gak perduli..sudah lupakan yg penting mereka senang.

Sore hari di villa kita mendayung-dayung disampan, kalau mau juga bisa pakai jatah sepeda air yang disediakan hotel 1 x pemakaian bagi penghuni vila. Bedanya kalau sepeda air ada setirnya, jadi jalan terarah, sementara kalau sampan tergantung penumpang, kalau penumpangnya punya IQ cukup memadai bisa dengan cepat menangkap arah angin dan mengendalikan sampan tapi kalau agak2 lemot, pasrah muter2 aja ditempat aja tu sampan...(secara Bunda dan tante Dian sampannya sempet muter2 ditempat dan nyasar ke kolong villa) ..artinya IQ ^&%#$%*(@$(*.....diprotes anak "Ini kita mau ngapain sih Bun, kok nggak jalan2 cuma bolak-balik doang?". Padahal tangan gue udah kapalen dan keringetan megang dayung...

Malam hari romantiis banget suasananya, sambil duduk2 di teras memandang danau yang bercahaya tertimpa kilatan lampu2 kuning dari teras2 villa, wow cantik. Udara dan angin dingin sekali ternyata, villa memang tidak pakai AC tapi angin malam dingin menyelip melalui celah bilik dinding kamar, malam itu semua kedinginan. PS: bawa selimut kalo gak tahan...

Jumat, 4 Juli 2008

Pagi2 anak2 sudah jejeritan di danau sepertinya para penghuni villa ramai2 ikut turun dari kahyangan ke danau, semua berdayung ria..Kalau mau breakfast sudah disediakan di restoran unik yang terletak dibagian belakang hotel, breakfastnya lumayan. xoxo
Jam 8 pagi kita sudah menuju Sabda Alam Resort & Taman Air yang letaknya persis berhadapan dengan Danau Dariza, mau berenang di Waterboom. Tiket masuk 30.000/org, karena termasuk hari libur (Jumat?). Permainan airnya lumayan lengkap, ditambah ada outbond dan flying Fox (bayar lagi 5000,-). Yang paling penting diingat adalah JANGAN LUPA pakai sunblock, ampun panas mataharinya menyengat, meski udara dan anginnya dingin. Komentar Bunda : Makin siang pengunjung makin ruame..fenuh fuh, air kolam tambah butek, kata tante Dian (karena Bunda gak berenang) didasar kolam licin ada lumut, bikin ill feel, dan yang buat ill beneran adalah dengan cueknya Nadhif dan Alika nyelem2 sambil mangap, Masya Allah naak rasa apa tuh aer ? ...That's Garut...

Jam 13.00 setelah Ayah kelar Shalat Jumat, kita check out menuju Tasikmalaya, mampir sebentar makan siang di pusat kota Garut, trus cao..bye..bye Garut kota kecil yang menyenangkan, someday we'll be back.

Tasikmalaya
Perjalanan Garut Tasikmalaya memakan waktu 1 jam. Melalui kelokan tajam berbukit-bukit, dipinggir jurang dan menyisir jajaran sawah terasering. Jam 16.00 tiba di kota Tasik, kebetulan Nini sudah membooking hotel Flamboyan di jalan Galunggung letaknya tepat di tengah kota Tasik, ditengah-tengah tempat wisata kuliner..hehe niat banget.

Hotel Flamboyan adalah penginapan sederhana tetapi bersih dan nyaman, kelebihannya yaitu ditengah kota, serta berdekatan dengan bubur Ayam Zenal dan Nasi TO (you know TO ? Tutug Oncom) nu urang Sunda mah geus ngartos, tiasa...Cuma gak habis pikir aja Bubur Ayam Zenal di Tasik yg kota kecil di gang sempit pula dengan harga yg menurut gue luar biasa...1/2 porsi aja 10 ribu, tapi yang ngantri bisa mobil mewah dan berplat Jakarta semua.

Bunda cuma seneng aja makan di TO, karena menurut hal ikhwal (taela) itu warung TO yang punya ibunya Indra Brugman (ha??? yg bener?). Trus kata Ayah, "Mau jadi mantunya? tapi tiap pagi jualan nasi tutug..gimana?" (Indra Brugman..mmhh..pikir2 boleh juga..hehe), aiiih jangan nawarin dong Ayah.

Jajanan lain di Tasik ? Ada Mie Tasik Tiara Mulya di jalan Galunggung, mie nya kecil2 lembuut bener dan slrupphhh nyam, ada rujak honje yg rasanya ajaib2 getes....Terus ada lagi Es sirop Bojong, es campur tapi pake duren, wow yang ini bikin ketagihan apalagi yg doyan duren kalau diminum dingin2 wuiih nikmat, sensasinya di tenggorokan bikin merem melek. Sirop bojong nya ternyata juga terkenal, buatan sendiri dan biasanya sirupnya dibawa berbotol-botol ke Jakarta buat oleh2 (gak ngerti apa bedanya wong cuma sirup gula pake sepuh merah doang kok?).
Kalau malam hari ada Sate sapi dan Ayam goreng tasik, tempatnya berupa warung2 kecil, sangat sederhana, tapi Nadhif makan sate sampai nambah2, maklum biasa dapat sate ayam sekarang dikasih sapi. Yang ngetop lagi sebenarnya ada Bakso dan Mie Laksana, setahuku dekat Mesjid Agung Tasik, tapi aku nggak sempat nyoba keburu kepenuhan perut ini.


Sabtu, 5 Juli 2008

Setelah muter2 keliling Tasik naik andong, wisata kuliner, ke tempat kerajinan bordir tasik, dan belanja sepatu di toko sepatu Maher, eh yang ini gue mau cerita..toko sepatu Maher itu di jalan Ikik Wiradikarta, udah kuno bener, buatan sendiri pula, yang jualan kakek dan nenek, kakek sebagai penjaga sepatu, nenek sebagai kasir, kompak banget, sepatu yg dijual nggak fashion, model jadul, tapii kuaat bener, harganya rata2 100 s.d 150 ribu, kulit bahannya, warnanya hanya tiga.. coklat, hitam, putih (illfeel gak sih) at the first sight aku nggak terlalu tertarik ngeliat tu sepatu kuno, secara mata tante ini udah kebiasaan liat jejeran sepatu di Centro, tapii waktu dicoba dikaki.. sumprit! langsung gue beli, enak bo nyaman. So don't judge the book from the cover...

Jam 13.00 kita check out dari Hotel Flamboyan, kali ini langsung menuju Bandung, dengan perjalanan 2 jam terasa lelah banget, mungkin efek 2 hari yang full activity yah tidak berasa kalau badan penat sekali. Karena mampir dulu untuk makan siang dan belanja-belanji kerajinan tangan di Rajapolah, akhirnya baru tiba di Bandung jam 19 an. Bermalam di rumah om maman di Murarajeun, tidur nyenyak, mungkin akibat gratis (manusiawi bukan?).

Minggu, 6 Juli 2008

Pagi2 sudah siap2 mau ke lapangan Gazibu didepan gedung Sate. Sekaligus mau ketemu Oma dan Opa. Mertuaku memang ada acara senam Asma bersama di Gedung Sate. Trus kaki setelah itu udah gak bisa menahan diri ke Lap. Gazibu didepannya. Lihat pasar kaget di Gazibu, ya ampun tambah ramai aja, tambah ajaib2 barangnya, tambah seruuu dan tambah murah, panik Bunda, bahaya mengancam kantong & dompet..

Ke Bandung Sabtu Minggu? noway deeeh...ngapain macet2 di hari libur..? ..jadi udah niat tidak akan pergi kemana2 kecuali seputaran Muararajeun, gedung sate, or hanya sekedar beli nasi timbel di Istiqomah, itupun naik angkot aja. Pokoknya nggak mau kena macet !

Malamnya dari Bandung kita jam 21.00 menghindari macet, tapi ternyataaaa keluar tol Pasteur masih macet deh, yak ampun Bandung..Bandung..luar biasa daya tariknya. Tiba Jakarta jam 12.00, 3 jam Jakarta Bandung akibat antrian panjang di pintu keluar Bandung. It's OK yang penting anak2 tidak terganggu, karena mereka semua sudah terbang melayang, tidur sejak mobil keluar dari gerbang Muararajeun.

Tuesday, June 10, 2008

It was THE BEST OF ME


So many years gone, still I remember
How did I ever let my heart believe
In one who never gave enough to me
And so many years gone, a love that was so wrong
And I cant forget the way it used to be
And how you change the taste of love for me

You were my one more chance I never thought I'd find
You were the one romance I've always known in my mind
No one will ever touch me more
I only hope that in return
I might've saved the best of me for you

And we'll have no ending, no no
If we can hold on
And I think I've come this far because of you
could be no other love but ours will do

You were my one more chance I never thought I'd find
You were the one romance I've always known in my mind
No one will ever touch me more
I only hope that in return
I might've saved the best of me for you

No one will ever touch me more I only hope that in return
No matter how muchwe have to learn
I've saved the best of me for you

Tuesday, May 27, 2008

Ade Nadhif beraksi





Tidak mau kalah dengan Abang.....kali ini si Bontot ikutan drumband juga, kali ini ikutan juga kejuaraan Piala Presiden dan menyabet gelar Kostum terbaik, di Tennis Indoor Senayan. Udah gede si Bontot nih...

Saturday, January 26, 2008

Akhirnya lulus juga.....

salah satu cara memotivasi anak.......

Bunda sumringah...ayah tidur teler habis subuh sudah harus nyetir...

Yudisium Fakultas Ekonomi - Balairung UI Depok
(ki-ka : Rieza, Sisca, Ratri, Nesya, Pingkan) I'll miss you.....

They're used to my pillow.....my books jasanya banyak banget walaupun gak nyampe lulus kumlot paling nggak masih bisa buat IPE gue kepala tiga terus and lulus on time...

Alhamdulillahirabbilalamiin...

Suamiku tercinta,
Terima kasih untuk kesabarannya menemaniku mengejar mimpi yang hampir terlupakan dan selalu mewujudkan kebahagiaan dalam hidupku

Shafira, Raihan, Nadhif tersayang,
Terima kasih untuk membuat hidup bunda menjadi indah, semoga kalian selalu ingat bahwa menuntut ilmu adalah ibadah dan tidak pernah terhalang usia sebagai yang disabdakan Rasulullah SAW.

Ayah dan Ibu terkasih, Terima kasih untuk tidak pernah menuntut aku memenuhi kewajiban dan janjiku pada kalian. Atas ijinNya janji itu kupenuhi.

Tuesday, September 04, 2007

Recipe - Puding Mocca Nini


Puding ini andelannya ibu ku kalau ada acara2 dirumah, murah meriah gampang dan enak...
secara sekarang sudah banyak berbagai macam rasa dan bentuk puding, tapi yang standar ini yang paling enak menurut gue.....

Puding Mocca Nini

Bahan Puding :
1 bks agar-agar swallow warna coklat
1 kaleng susu kental manis coklat
4 gelas air / 4 takaran kaleng susu kental
1/2 sdt pasta mocca
1 sdm peres coklat bubuk
2 butir kuning telur

Cara Membuat Puding :
Masukan dalam panci bubuk agar-agar, susu kental manis coklat, air, pasta mocca. Aduk dalam mangkuk kuning telur, colat bubuk sampai halus, masukan dalam panci, tambahkan air dari panci biar lebih mudah halus dan rata, masukan kedalam panci. Masak panci agar-agar diatas api sedang sambil diaduk dan mendidih. Siapkan cetakan puting, siram dulu dgn air biar mudah dilepas, apabila sudah agar-agar mendidih tuang dalam cetakan, tunggu sampai kencang, masukan lemari es.

Vla Puding :
1 kaleng susu kental manis putih
2 air putih setakaran kaleng kental manis/2 gelas
2 kuning telur diaduk dulu biar rata
1 1/2 sdm maizena, (kalau mau lebih kental bisa tambahkan lagi 1/2 sdm)
gula sesuai selera, kalau sudah cukup manis ya gak usah ditambah
1 sdm Rhum essence

cara membuat Vla :
Campur di panci susu kental manis air, kuning telur (yg sudah diaduk dulu biar rata). Tepung maizena diaduk dahulu dengan air dari panci supaya tidak bergumpal, tuang kedalam panci vla. Didihkan vla sambil diaduk pelan, terakhir kalau kurang manis bisa tambahkan gula. masukan Rhum essence, aduk. Angkat dari panci dinginkan, masukan ke lemari es.

Hidangkan Puding Mocca dengan Vla dingin-dingin...mhhh......

Friday, August 17, 2007

Happy Birthday to Me





Kalau di TV ada Acara Upacara Pengibaran Bendera Pusaka.. adalah ritual yg selalu terjadi kalau gue ulang tahun hehehe...

Rayain sendiri, masak sendiri, seneng sendiri...
Nggak ada pikiran lain selain mau masak, buat rame2 keluarga...walaupun waktu kumpulnya beda2, selama bulan Agustus. Kebetulan selama bulan ini yang ultah banyak juga, ipar dan keponakanku ultah, plus WedAnn ku sendiri tgl 2 dan tgl 25 nya WedAnn mertua... Happy WedAnd Papa Mama!

Mau tulis2 beberapa resep makanan yang dimasak waktu kumpul2 keluarga...

Ayam Cabe hijau ini memang sengaja aku pelajari dari mama mertuaku plus sedikit modifikasi aku, dipelajari karena jadi "menu wajib bisa" kata suamiku, sengaja juga aku tulis resepnya, supaya ada filenya di Blog, jadi gak hilang Insya Allah....


Ayam Gulai Cabai Hijau

Bahan:
1 ekor Ayam Kampung Pejantan/ Ayam Negeri juga boleh..
Cabe hijau keriting matang 1/2 kg, kurangin dikit kalau nggak mau banyak2
(pilih warna cabe yang hijau tua dan keriting)
Bawang putih 1o siung, iris halus
Bawang Merah 15 siung, iris halus
Kunyit 1/2 ibu jari
Kemiri 4 butir
Lengkuas seibu jari
Daun Salam
Sereh
Kapulaga 5 butir
Cengkeh 5 butir
Biji Pala 1/2 butir
Kayu Manis 1 batang sedang
Air Asam Jawa secukupnya
Gula jawa 1 sdt
Lada secukupnya
garam
Air secukupnya
Minyak goreng agak banyak buat numis bumbu

Cara Membuat :
Haluskan/Blender Cabai hijau bersama kemiri, kunyit, sampai halus. Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah dan bawang putih iris sampai harum, masukkan cabai hijau halus, tumis dengan minyak agak banyak, masukan kapulaga, cengkeh, kayu manis, pala, sereh, salam, lengkuas, garam, gula jawa dan garam, tumis sampai bumbu matang. Agak lama prosesnya, karena cabai hijau itu rasanya langu dan mentah, jadi kalau belum matang benar, agak pahit jadinya, biasanya tanda kalau cabai sudah cukup matang adalah dari bau langu dan menyengatnya nya yang sudah hilang. Setelah cabai matang baru masukkan ayamnya, tambahkan air panas sampai ayamnya terendam di cabai, biarkan ayam matang, bumbu meresap, dan keluar minyaknya. Terakhir masukan lada bubuk dan air asam jawa, sampai ayam terasa asamnya atau sesuai selera. Masak sampai ayam matang, dan bumbu cabai berwarna hijau kehitaman, rasa sambal cabai hijau tidak boleh pahit, kalau masih pahit artinya sambal belum matang. Kalau setelah ayam jadi air dan minyaknya banyak mengapung diatas bumbu, boleh dibuang air dan minyak tsb.
Yang penting dalam pembuatan ayam ini adalah kesabaran menanti cabai benar2 matang dan tidak langu, kemudian rasa akhirnya adalah gurih pedas dengan rasa asin dan asam yang berani.....

Untuk semua takaran bumbu diatas adalah perkiraan aku, karena aku sendiri nggak pernah punya takaran baku untuk semua bumbu makanan yang aku buat, jadi kalau seandainya kurang atau lebih ..yaaa kira-kira sendiri aja lah...(hehehe nggak negebantu yak)

Masakan kedua ini hasil mencontek di toko sebelah, maksud gue hasil survei waktu makan2 di berbagai resto, yah lumayan lah contekan nya....


Daging Brokoli Lada Hitam

Bahan :
Daging Has 750 gr, potong2
Brokoli 1/2 kg (berat waktu ditimbang bersama bonggolnya), potong2
Lada Hitam 1/2 sdt tumbuk kasar
Cabe kering 10 buah
Kacang Mede 1 genggam, disangrai dulu
Bawang bombay 1 buah yang super gede, iris halus
Bawang putih 5 siung, iris halus
Garam & gula secukupnya
Minyak Wijen 1 sdm
Saus Tiram 3 sdm
Kecap Manis 3 sdm
Tepung Maizena secukupnya untuk mengentalkan

Cara Membuat :
Tumis Bawang putih, bawang bombay dan garam, masukan daging, tambahkan air, biarkan matang dan empuk (gue sih rebus dulu presto, gak sabar), setelah daging matang, tambahkan saus tiram, kecap manis, minyak wijen, garam dan gula, biarkan sebentar sampai bumbu meresap, masukan larutan maizena sampai kental sesuai selera, masukan cabai kering, kacang mede, dan Lada hitam, aduk rata, terakhir masukan brokoli aduk sebentar, jangan sampai brokoli menguning. Nyaam.....


OOhhh begitu....gue juga baru tahu kalau... :

* Lada Hitam bila ditambahkan sedikit saja sudah terasa hangat dimulut, butirannya lebih kasar dari lada putih biasa, pemakaiannya biasanya di tumbuk kasar, dan yang digunakan hanya hasil tumbukan yang kasar karena hasil tumbukan yang halus bila digunakan akan menyebabkan rasa pedas yang terlalu tajam.

* Cabe kering dapat dibeli langsung di supermarket or toko yg menjual bahan makanan chinesse, tahan lama dan tidak pedas kalau tidak tergigit, hanya sebagai pemanis kalau dalam tumisan.


Resep yang ke 3 ini sih udah biasaaaaa, semua ibu-ibu seantero jagad juga udah hapal diluar kepala mungkin, Secara jadi menu wajib lebaran or hajatan di kampung2.


Sambal Goreng Ati Ampla
Bahan :
Ati Ayam 1/5 kg
Ampla 1/5 kg, rebus dahulu sampai empuk
Santan kental dari 1/2 butir kelapa
Minyak goreng untuk menumis
Cabai Merah 10 buah
Bawang Merah 8 siung
Bawang Putih 5 siung
Kemiri 3 butir
Terasi bakar seujung sdt
Lengkuas 1 jari
Daun Salam
Sereh
Kecap Manis
Gula Jawa 1 sdt
Garam
Cabai Merah Besar 2 buah, iris2 halus

Cara Membuat :
Haluskan/Blender Cabai Merah, Bawang Merah, Bawang Putih, Kemiri, Terasi, tumis dengan minyak goreng, masukan daun salam, sereh, lengkuas, garam, gula jawa, Masukkan ati ayam, ampla rebus, tambahkan air dan 1/2 bagian santan, biarkan sampai ati ayam matang, terakhir masukkan 1/2 bagian lagi santan, aduk sampai santan mengental. Terakhir taburi dengan cabai Merah iris supaya terlihat segar.

Takaran yang aku buat memang untuk jumlah banyak, maklum keluarga besar

Saturday, August 04, 2007

Cooking Time


Gue bukan tukang masak, gue juga bukan jago bikin makanan enak, apalagi koki yang handal, gue sebelum nikah juga perempuan paling manja yang ke dapur hanya buat ambil piring, gue juga menantu bloon yang di awal nikah pernah buat geleng2 mertua karena nggak bisa bedain lengkuas dan jahe, sooo gue hanya ibu rumah tangga yang "awalnya terpaksa" memenuhi permintaaan suami yang punya selera makan tinggi, plus anak2 yang memerlukan makanan sehat, tanpa jajan di luar dan menghemat uang belanja.

Tapi hadiah terindah yg gue dapat karena "keterpaksaan" itu adalah I love cooking till death...dan menjadi salah satu cara menghilangkan stress gue yg paling ampuh, berhadapan dengan wajan, kompor or oven, hilang terbang semua masalah.... That's why I miss week end so much, because I can cook as much as I want, staying in the kitchen as long as I can.

Suamiku pernah sempat bengong lihat istrinya tiba2 tengah malam buta bongkar2 peralatan masak dan nyalain kompor di dapur, dia pikir gue ngelindur or mimpi, padahal gue sudah 2 jam gak bisa tidur kepikiran tugas2 kampus yg mbludak, stress berat gue.
Tiba2 aja kepikiran mau masak.
Bikin kue lah gue pagi buta itu, jam 1 pagi kelar...nikmaaat banget tidur, gue setelah itu tidur nyenyak bo !

Jangan salah, dan jangan berpikir kelewat tinggi....masakan gue juga standar2 saja, rasanya juga biasa aja, seperti yang dibuat kebanyakan ibu lainnya, tapii.....GAK PENTING pokoknya sesuai selera suami gue, yang punya lidah Padang, lidah Sumatera yang susah dibuat belok, pokoknya anak2 gue nggak perlu beli kue2 or makan makanan junk food dan aneka jajanan gak sehat diluar sana.....it's enough for me.

Thursday, August 02, 2007

Ten wonderful years

August 2
1997 - 2007


Ten wonderful years
That's time enough
for me to fall in love with you over and over again...
time enough to make me happier
than I've ever been before...
time enough for us to grow even closer.

And yet I will always want
more time with you--
to appreciate the wonderfu
l things you do, to share our deepest feelings,
and to love you even more than I do today.

I just love how you do what you do!

Happy 10th Anniversary With Lots of Love

Friday, July 06, 2007

Travelling - Edisi Wonogiri Trip

Halaman Rumah Oma Solo Luas buat main

Acara perpisahan panti di Mesjid Wonogiri

Jagoan kembar gue nyuci di kali


Cucu Oma

Tempat : Wonogiri, Jawa Tengah
Acara : Arisan Keluarga
Orang Jawa ?
Bukan...Orang Padang..
Lho?..........
Tujuan : Silaturahmi, liburan sekolah anak, sayang suami..mertua..and keluarganya ( I love you all)

All pictures are here

Perjalanan kita selanjutnya adalah Jawa Tengah, tepatnya ke Wonogiri....
Dan inilah Arisanku yang paling jauh jaraknya, Jakarta - Wonogiri ! Te O Pe Be Ge Te deh!
Arisan keluarga bisa antar propinsi gitu, pesertanya memang ada yang di Cirebon, Purwakarta, Wonogiri, Jakarta. Itu tuh yang buat gue kagum sama keluarga suamiku, biar jauh2an tapi silaturahmin tidak boleh putus, keujung duniapun didatengin untuk silaturahmi...suatu pembelajaran buatku dan anak2.

Namanya Arisan Paralaweh, karena asal daerah di Padang Sumatera Barat sana ya Paralaweh itu...asal muasal keluarga Papah mertuaku...

Di Wonogiri adalah rumah Inyak, adiknya Papa, diatur Arisan disana bulan Juli supaya bertepatan dengan liburan anak sekolah. Akirnya diputuskan arisan tanggal 1 Juli di Wonogiri, berangkat dari Jakarta hari Jumat tanggal 29 Juni.

Jumat, 29 Juni 2007
Berangkat dari Jakarta jam 06.00 pagi, naik 2 mobil beriringan keluarga suamiku dan adik2nya plus mertuaku dan keponakan2. Masing2 dari rumah sehabis subuh, janjian ketemuan di Rest area KM 57 di Cikarang jam 7.30, dari sana lanjut lagi perjalanan nonstop ke arah Bandung, Garut dan Tasikmalaya, kita memang memilih Jalur Selatan, dengan pertimbangan jalannya lebih sepi, dengna pemandangan yang lebih enak dilihat, karena melalui bukit dan hutan, dibanding jalur utara yang kebanyakan bus, tronton dan truk2 besar.
Jam 11.30 persis lewat Mesjid Raya Tasik, Alhamdulillah, pas dengan waktu shalat Jumat dan makan siang, kebetulan didepan masjid ada rumah makan besar, yang representatif buat istirahat dan makan siang. Setelah shalat Jumat dan makan siang, perjalanan dilanjutkan lagi ke arah timur, melewati ....... menjelang Magrib kita istirahat lagi di daerah ...yang kebetulan ada mushala nya juga, sekalian makan malam, dengan andelan rantang mama..hehe..kalau udah masalah nyangu makanan si mamah emang paling lengkap deh, nasi bungkus plus lauk pauk lengkap plus lalapnya..siip deh. Kemudian perjalanan dilanjutkan nonstop ke Wonogiri. Jam 10.30 baru tiba di sana, perjalanan tergolong lama, karena kita benyak berhenti istirahat dan buang air kecil, maklum bawa anak2 dan orang tua. Dirumah Inyak, ternyata sudah digelar karpet di ruang tamu dan ruang tengah, kamar juga sudah disiapkan untuk diserbu rombongan, kasurpun digelar, cape..anak2 gue jejerin di atas kasur diruang tamu, biar dapat angin yang agak banyak, Bapaknya anak2 nggak gue pikirin deh mau tidur dimana, yang penting anaknya duluw,..ternyata Bapake tetep nyari gue buat guling hihihi..kebiasaan dirumah gulingnya gak boleh ilang.

Sabtu 30 Juni 2007
Pagi pertama di Wonogiri, segerrrrr...halaman rumah Inyak luas bagnet, banyak pohon2 mangganya, anak2 gue pagi2 udah ngilang aja, ternyata ke rumah tante Jun, di sebelah rumah dibikinin mie rebus, senangnya mereka. Jam 10an diputuskan kita berangkat ke Tawangmangu, pemandian air terjun 60 km an dari Wonogiri. Perjalanan Wonogiri Tawangmangu hanya 1,5 jam dengan mobil pribadi, yang nggak nyangka ternyata letaknya nun jauh dibawah dengan menuruni ratusan anak tangga, woalah capeknya, minta ampun. Tetapi sampai di air terjunnya sih anak2 seneng banget, dengan noraknya mandi-mandi dan nyuci baju di kali. Pulangnya lumayan gempor naik lagi soalnya tangga ratusan itu...kasihan anak bontot gue, si gembul ngos-ngosan sampai merah mukanya. Dari Tawangmangu kita langsung pulang ke Wonogiri...cape deh...
Malamnya rame2 jalan2 ke Solo, muter2 keliling kota, cari makan di malam hari, makan ayam bakar, trus beli wedang ronde hangat buat dirumah...udara dingin enaak.

Minggu, 1 Juli 2007
Hari ini hanya punya schedule mengunjungi acara Panti Asuhan, yaitu acara perpisahan untuk anak2 yang sudah lulus SMA, diadakannya di Mesjid Wonogiri. Alhamdulillah senangnya lihat mereka bisa sekolah dengan biaya yang dikumpulkan oleh Ibu-ibu pengurus dg ikhlas mengurus semua keperluan sekolah beserta uang sekolah bulanannya dari SD sampai dengan SMA.....
Pulang dari mesjid, teler deh, kita ngobrol2 aja di teras rumah inyak, ketawa-ketawa, lihat anak2 gue lari2 di halaman, nyanyi-nyanyi....seneng deh...trus ngocok arisan deeeh....ditentukan arisan berikutnya di rumah sepupuku di Bekasi...
Malah hari tidur seperti biasa bertebaran di lantai...kalau gue yang penting anak2 semua nyaman tidurnya, ibu or bapaknya ngalah merosot ke tiker....

Senin, 2 Juli 2007
Jam 10 pagi sudah siap semua berangkat ke Jakarta, setelah dijamu makan pagi dirumah tante Jun, akhirnya rombongan balik ke Jakarta. Kembali lewat Jalur Selatan, semua ketagihan lewat sana, enak sih, santai, sepi, bisa sambil lihat2 pemandangan.....
Kali ini perjalann kita nggak mau kebanyakan berhenti, makanan untuk anak2ku sudah aku siapkan dimobil, nasi2 bungkus sudah di siapkan untuk makan siang anak2. Agak repot memang kalau makan dimobil, belum kalau ada yang muntah...wuih refot. Lepas Maghrib baru berhenti di rumah makan Pringsewu, beberes dan cuci muka, shalat, udah seger lanjut lagi.....
Alhamdulillah kita tiba di Jakarta jam 1.30 pagi, udah lemes total...

Selasa, 3 Juli 2007
Jam 05 pagi udah bangun lagi, mandi, shalat subuh, berangkat kantor.....hehehe huebat (memuji diri sendiri...maap), dikantor ? kayak habis minum morphin, melayang diudara, nguantuk banget...

Anyway, I love travelling .....kali ini perjalanan ke Jawa Tengah memang tidak banyak mengunjungi tempat2 wisata, berhubung sudah sering, tapi yang penting adalah kebersamaan bersama keluarga adalah moment penting buat anak-anak ku....semoga mereka mengenal dan memahami arti silaturahmi sebenarnya.

Monday, June 18, 2007

Berawal dari Perut...






Lihat doong makanannya (kamera tersembunyi..hihi)

Yessy, Natalie, Aty
Yanti, Nesya
Ade, Aty

Kalau dirumah keinginan gue yang paling susah diterima suami adalah nyoba restoran baru or menu baru ..padahal sudah gila2an promosi restonya, teteup laki gue nggak bergeming mencoba, kalaupun terpaksa terdampar di resto tsb, menu yang dipesen juga teteup sama ..Nasi goreng or Mie ayam paling banter...nggak mungkiin nyoba yang laen, "Belum jelas rasanya, nanti kalau nggak sesuai selera gimana?"(iih..namanya juga nyoba Om) Padahal sudah gue referensikan berbagai macam menu yang menurut gue enak, gak juga terpengaruh ..Nasi goreng..is the best..hidup nasi goreng, merdeka atau mati !

Dan bersyukur alhamdulillah, serta nggak disangka-sangka dengan seleksi alam yang nggak diatur, dikantor gue ketemu sahabat-sahabat tersayang dari habitat sejenis yang tukang makan dan test food semua resto dan menu baru, apalagi kalau ada tulisan P r o m o atau D i s c o u n t, dari mulai yang bayar cash sampai hampir ngabisin gaji bulanan atau pake berbagai macam kartu kredit yang menawarkan diskon dari mulai 20%, 30%, 50% mungkin kalau ada yang 90% (hihii cuma bayar 10% dari harga makanan...tapi dilempar sama pelayannya).

Truus kalau makan..WOW..kayak Sundel Bolong, nggak ada kenyangnya, gak perduli harganya sudah lewat budget, bayar urusan belakangan, kalau sudah kenyang yang mahal juga berasa murah, ampuon deh. Percaya ngga, semuanya perempuan, tapi punya jenis perut yang sama lebar, apa saja masuk bisa masuk, apalagi yang enak-enak....

Yang pasti disamping urusan perut, tanpa sahabat2 gue terchayank ini, gue nggak mungkin bisa ngelewatin hari2 gue di kantor, bayangin aja seribu satu masalah dikepala yang harus dilewatin, ..diteriakin & diomelin bos, ujian or tugas2 di kampus, ngurus anak, ditinggal pembokat, belum kerjaan kantor yang bertumpuk, dan semua yang bikin kepala mau meledak. Tanpa ada mereka disekitar gue, pasti berat banget rasanya, minimal mereka bisa bikin gue ketawa dan tersenyum tiap hari, hal2 kecil yang besar banget artinya buat gue untuk ngelewatin hari2 kerja yang heboh itu.

Aty, Ade, Natalie, Yessy, and everybody supporting me in my difficult time..
Nothing can brighten a day... like a happy little splash of friendship, so glad we're friends...
Thanks guys..

 

(c)2009 Soulmate. Blogger Templates created by Deluxe Templates Redesign by Mung Bisnis